Suyanto warga Desa Sumberejo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung mendatangi kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri di jalan Kartini menuntut pertanggung jawaban atas kondisi yang menimpa putranya yakni Wdn (12) berstatus pelajar sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri yang kini ditenggarai mengalami kelumpuhan bagian kaki kuat diduga disebabkan pasca mendapatkan imunisasi rubella, Selasa (6/11/2018). (Foto: A Rudy Hertanto)
Peristiwa ini bermula sekira pada bulan Oktober kemarin, Suyanto mengatakan ketika itu pagi hari Wdn memperoleh suntik imunisasi rubella, siangnya setelah itu ia pulang dan saat bangun tidur kakinya sulit untuk berjalan. Tak lama selang beberapa hari kemudian pihak wali kelas membawa Wdn ke Puskesmas Campurejo, namun karena saat itu hari Jumat, Wdn tak mendapatkan penanganan lantaran puskesmas sudah tutup, kemudian Wdn dirujuk ke RSU Iskak Tulungagung dan hingga akhirnya dirujuk ke RSU Saiful Anwar Malang.
Saat ini Wdn sedang menjalani perawatan intensif di RSU Saiful Anwar Malang dengan perkiraan kebutuhan biaya mencapai ratusan juta rupiah sementara pembiayaan yang dapat di cover menggunakan BPJS diperkirakan hanya di kisaran belasan juta rupiah. Kondisi ini membuat Suyanto shock hingga akhirnya mendatangi Dinkes Kota Kediri.
Usai menemui Suyanto, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris, Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Kediri, Dr. H. Rizal Amin mengungkapkan rasa keprihatinannya atas peristiwa dialami Wdn yang menderita lumpuh layu kakinya dengan diagnosa GBS (Guillain Barre Syndrome), menanggapi kondisi tersebut Rizal mengungkapkan menerima keluhan yang telah disampaikan keluarga Wdn dan selanjutnya akan melakukan pembahasan atau rapat lanjutan bersama untuk mencarikan solusi terbaik bagi Wdn.
Lebih lanjut Rizal menjelaskan, bahwa sebagai aparatur negara kemarin melaksanakan semua kewajibannya untuk melaksanakan program pemerintah, jika nanti ke depan seperti yang dialami Wdn, pihaknya beserta Dinkes dan Pemerintah Kota Kediri ikut menyesal dengan kejadian tersebut. Maka dari itulah, besok (Rabu, 7/11/2018 pagi) permasalahan ini akan dirapatkan membahas solusi terbaik untuk kebaikan Wdn. (A Rudy Hertanto)
