Search

Dinkes Kota Kediri Upayakan Pembebasan Biaya Rumah Sakit Putra Suyanto

Dinkes Kota Kediri Upayakan Pembebasan Biaya Rumah Sakit Putra Suyanto

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, dr. Fauzan Adima saat memberikan keterangan Pers, Rabu (7/11/2018). (Foto: A Rudy Hertanto)

Menindaklanjuti kedatangan Suyanto warga Desa Sumberejo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri di jalan Kartini, Selasa (6/11/2018) menuntut pertanggung jawaban atas kondisi yang menimpa putranya yakni Wdn (12) berstatus pelajar sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri yang kini ditenggarai mengalami kelumpuhan bagian kaki kuat diduga disebabkan pasca mendapatkan imunisasi rubella.

Rabu (7/11/2018) Kepala Dinkes Kota Kediri, dr. Fauzan Adima menerangkan bahwa, apa yang dialami Wdn tersebut setelah dilakukan imunisasi, dua hari setelah itu mengeluh lumpuh tidak bisa jalan, kemudian dibawa ke puskesmas saat itu masih bisa jalan, hal ini termasuk kategori Kejadian ikutan pasca imunisasi atau disebut Kipi. “Nah Kipi ini tidak semua penyakit itu akibat dari imunisasi,” katanya.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit yang merawat pasien (Wdn), salah satu hasilnya adalah pasien ini menderita GBS (Guillain Barre Syndrome), “GBS ini penyakit auto imun, tidak ada hubungannya dengan imunisasi difteri yang dilakukan, ini ilmiah loh ya, ilmiah jadi sudah ada pemeriksaan diagnosisnya dan bisa dibuktikan secara ilmiah,” ungkapnya.

Kendati demikian, seperti disampaikan Fauzan, untuk penanganan kami tetap, karena termasuk Kipi kita akan mengusahakan mana yang terbaik untuk pasien ini termasuk kemudian nanti untuk pembebasan biaya dari rumah sakit tempat pasien dirawat. “Kenapa kemarin saya masih belum bisa memberikan klarifikasi, karena tim ini masih bekerja,” urainya.

Lebih lanjut Fauzan mengatakan, kemarin pihaknya berkoordinasi ke Surabaya dengan Kepala Dinas Kesehatan provinsi, sudah ada titik terang kemungkinan ada pembebasan biaya, kesimpulannya penyakit ini tidak ada hubungannya dengan imunisasi yang dilakukan. GBS ini sampai sekarang tidak ada imunisasinya, artinya itu penyakit yang belum ketahuan apa penyebab pastinya.

Fauzan menjelaskan, kalau dari klinis si pasien ini, kemungkinan besar bisa disembuhkan. Kenapa, karena dilihat dari progres perjalanan penyakitnya, kalau GBS yang berat itu satu minggu selain lumpuh langsung merasa sesak, tidak sampai seminggu sudah meninggal itu GBS karena mematikan, tapi kalau fase kritis sudah terlewati, kemungkinan sembuh 100 persen masih bisa. (A Rudy Hertanto)

INDEX