Search

Cek Penjelasannya, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Himbau Warga Jangan Panik Namun Waspada Hepatitis Akut Berat

Cek Penjelasannya, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Himbau Warga Jangan Panik Namun Waspada Hepatitis Akut Berat

Sosialisasi Produk Hukum (SPH) Tahap ke 9 Tahun 2022 oleh Wakil Ketua DPRD Kota Kediri dari Partai Gerindra, Katino (akrab disapa Mas Tino) kepada masyarakat di lingkungan Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Rabu (25/5/2022) malam. Foto : DPC Partai Gerindra Kota Kediri

Wakil Ketua DPRD Kota Kediri dari Partai Gerindra, Katino (akrab disapa Mas Tino) menghimbau, agar masyarakat tak perlu kaget namun tetap waspada dan jangan panik, menanggapi temuan kasus penyakit Hepatitis Akut Berat yang belum diketahui penyebabnya.

Hal itu disampaikan Mas Tino saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum (SPH) Tahap ke 9 Tahun 2022 kepada masyarakat di lingkungan Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Rabu (25/5/2022) malam.

Membahas himbauan, kebijakan strategis dan peraturan pemerintah seputar perkembangan terkini penangganan pandemi covid-19 serta respon adanya trend penyakit Hepatitis Akut Berat, dengan menghadirkan narasumber, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, Alfan Sugiyanto.

Dalam paparannya Alfan mengucapkan, terima kasih atas gotong royong, bantuan dan kerjasama berbagai pihak, saat ini covid-19 di Kota Kediri, secara keseluruhan sudah terkendali, pencapaian vaksinasi covid-19 baik itu dosis 1 dan 2, Kota Kediri masuk peringkat 5 besar di Jawa Timur, kendati vaksin dosis 3 (booster) masih mencapai 30%.

“Monggo yang belum vaksin untuk dosis ketiga, dipersilahkan untuk menghubungi puskemas maupun rumah sakit terdekat,” katanya, ditengah melandainya pandemi covid-19, muncul trend penyakit Hepatitis Akut Berat Misterius.

Pada intinya Alfan menjelaskan, Hepatitis merupakan penyakit peradangan yang menyerang hati (disebabkan virus), sedangkan Akut yakni sifatnya mendadak dan Berat. “Kejadiannya mendadak, satu minggu ya tiba-tiba langsung gejala-gejalanya muncul menjadi gejala yang berat.”

Seperti diterangkan Alfan, dahulu orang-orang menyebut penyakit hepatitis adalah penyakit kuning, karena mata dan kulit berubah warna menjadi kuning, namun Hepatitis Akut lebih berat dan misterius, sebab hingga sekarang belum diketahui penyebabnya, sedangkan di Kota Kediri belum ada temuan kasus Hepatitis Akut Berat dan semoga tetap sehat.

Masih kata Alfan, Hepatitis Akut Berat yang belum diketahui penyebabnya ini bukan ditimbulkan virus penyebab Hepatitis A, B, C, D dan E. Gejala awal Hepatitis Akut Berat yaitu, mual, muntah, sakit perut, diare berat, demam ringan atau berat dan menyerang anak yang berusia 1 bulan sampai 16 tahun, diluar kriteria itu bukan masuk Hepatitis Akut Berat.

Gejala lanjutannya, air kencing berwarna pekat, keruh menyerupai warna air teh dan ketika buang air besar (bab) berwarna pucat putih, hingga kejang-kejang disertai gangguan kesadaran karena rusaknya fungsi hati.

Penularannya ada 2, melalui saluran pencernaan dicegah dengan langkah sebelum makan atau ke dapur untuk mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, pastikan semuanya kondisi matang.

Penularan lewat pernafasan, antisipasinya serupa dengan penanganan covid-19 yakni menerapkan, 5 M adalah Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, Membatasi Mobilitas, Menghindari kerumunan, Menjaga jarak. Sebaiknya mengutamakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Alfan menyebutkan, apabila mengalami gejala awal, langsung bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat (puskesmas atau rumah sakit), jangan menunggu gejala lanjutan.

Perlu diketahui pada kegiatan ini, Mas Tino yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri, menyerap usulan dan masukkan sekaligus aspirasi masyarakat yang nantinya akan dibahas ditingkat legislatif maupun eksekutif dalam rangka pembentukan Peraturan daerah (Perda) di Kota Kediri. (DPC Partai Gerindra Kota Kediri)

INDEX