Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTs di Kota Kediri terpantau berjalan lancar, demikian pernyataan Plh Walikota Kediri Budwi Sunu dikutip dari Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri, Senin (22/4/2019). (Foto : Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri)
Hal itu diungkapkan Budwi saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 2 dan MTs Negeri 2 Kota Kediri, dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto serta Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri M.Fachrur Rozi.
Dikatakan Budwi, ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan ujian berbasis komputer di Kota Kediri, jika dibandingkan dengan ujian manual, ujian berbasis komputer dipandang lebih hemat biaya dan praktis serta dapat meningkatkan integritas kalangan pelajar.
Budwi berharap dari adanya pelaksanaan ujian seperti ini, ke depan akan semakin lebih baik meningkatkan kualitas dan bisa menghasilkan pelajar unggul, berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa.
Himbauan kepada pengawas ujian, Budwi mengatakan agar para pengawas ujian menjunjung tinggi kejujuran, pengawas harus memberi contoh yang baik kepada siswa, sebab perilaku pengawas cenderung menjadi panutan dan seringkali di tiru siswa.
Diketahui pelajar SMP/MTs yang mengikuti UNBK di Kota Kediri berjumlah sebanyak 6662 siswa.
Berdasarkan berbagai persiapan yang telah dilakukan, sejauh ini tidak ada laporan hambatan yang terjadi, apabila nanti ada potensi kendala, pihak Dinas Pendidikan Kota Kediri telah siap menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto.
Lebih lanjut Siswanto menjelaskan, hari pertama pelaksanaan UNBK berjalan tertib dan lancar, situasi dan kondisinya tak jauh berbeda dengan ujian sekolah beberapa waktu lalu. Pihak PLN dan Telkom juga berjalan baik.
Ada perbedaan pelaksanaan UNBK di setiap sekolah, yakni ada yang melaksanakan satu sesi, dua sesi dan tiga sesi, kendati dalam APBD Kota Kediri di cover tiga sesi.
Namun bila pihak sekolah bisa swadana atau bagaimana itu menghendaki dilaksanakan satu atau dua sesi, semua tergantung dari masing-masing sekolah atau lembaga pendidikan dimaksud. (A Rudy Hertanto)
