Demi mengentaskan angka pengangguran di Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri memberikan pelatihan ratusan pemuda, Kamis (18/5/2017). Berlangsung di Kediri Mall, Kota Kediri, sebanyak 25 lembaga pelatihan juga turut hadir dalam acara tersebut.(Foto:dun)
Wakil Walikota Kediri, Lilik Muhibbah saat membuka acara mengatakan, pelatihan masyarakat bertajuk Masyarakat Kota Kediri Mandiri digelar untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Kediri. “Saya dan bapak Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memiliki aksi dalam membangun Kota Kediri. Salah satunya aksi dalam menekan angka pengangguran di Kota Kediri,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan komitmen dalam menyejahterakan masyarakat Kota Kediri. “Ini komitmen pemerintah agar semua masyarakat terutama pemuda dapat memiliki keahlian dan bisa mandiri serta menciptakan lapangan usaha,” jelasnya.
Ning Lik sapaan Wakil Walikota Kediri menegaskan jika pelatihan masyarakat ini diberikan secara gratis dan peserta akan diberikan skill yang dapat menunjang saat memasuki dunia kerja maupun menjadi seorang enterpreneur.
“Para peserta pelatihan akan dibekali skill sesuai dengan bidang yang diinginkan. Kita tidak mau warga Kota Kediri hanya duduk diam. Mereka harus punya bekal untuk bersaing apalagi saat ini sudah masuk Masyarakat Ekonomi ASEAN,” katanya.
Dihadapan peserta, Ning Lik berpesan agar pelatihan ini dapat diikuti dengan sebaik-baiknya. “Saya harap semua peserta mengikuti pelatihan ini dengan seksama. Karena pelatihan yang diberikan akan bermanfaat dan menjadi bekal masuk dunia kerja,” harapnya.
Sementara, Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri, Kristianto, menuturkan pelatihan ini menyelenggarakan 13 bidang pelatihan diantaranya, otomotif, garmen, handmade, kecantikan, bordir, kuliner, keamanan, kehumasan, akupresure, akupuntur, mengemudi, desain grafis, dan informatika.
“Ada belasan bidang yang bisa diikuti peserta. Kita ingin nantinya setelah mengikuti pelatihan, seluruh peserta langsung dapat menerapkan ilmunya,” tuturnya.
Sekedar diketahui, pelatihan ini merupakan upaya yang dilakukan untuk dapat menyerap sebanyak 30.000 tenaga kerja dalam waktu 5 tahun.(dun)
