Mas Bup Dhito menerima catatan dari dr. Ari Purnomo Adi selaku Koordinator Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri tentang perkembangan kondisi lingkungan hidup di Kabupaten Kediri, Jumat (12/3/2021) siang. Foto : A Rudy Hertanto
Pendapa Kabupaten Kediri di timur Alun-alun Kota Kediri kembali terbuka bagi rakyatnya, masyarakat dari sejumlah kecamatan mendatangi gelar Jumat Ngopi (ngobrol persoalan dan solusi) pekan kedua terlaksana dengan protokol kesehatan ketat, Jumat (12/3/2021).
Langsung bertemu Mas Bupati (Mas Bup) Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) dan Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa (Mbak Dewi).
Mas Bup Dhito mengungkapkan, ada banyak persoalan dan solusi dibahas, “Dari tenaga guru honorer atau K2 yang mereka mempertanyakan dan menuntut apa yang mereka anggap menjadi haknya, nah ini yang kita masih harus pikirkan secara bersama,” katanya.
“Jadi tadi banyak sekali sebenernya pertanyaan-pertanyaan, tetapi mayoritas hari ini di datangi oleh komunikasi dari Madrasah, SKM lalu guru honorer tadi ada dari kepala desa juga ada yang hadir, tadi lingkungan hidup juga ada aliansi lingkungan hidup,” sambungnya.
Mas Bup Dhito menjelaskan, “Jadi saya sampaikan kepada aliansi lingkungan hidup, kalau kepentingannya untuk menyelamatkan sumber mata air dan menyelamatkan lingkungan beserta ekosistem yang ada di Kabupaten Kediri, saya persilahkan untuk berdiskusi dengan dinas terkait.”
Mas Bup Dhito juga bertemu dengan aliansi Bima Sakti yang menyampaikan aspirasinya menuntut beberapa hal.
Pembahasan lainnya yakni perkembangan Kampung Inggris Pare, “Kalau Kampung Inggris ini jelas kita harus lihat masterplan yang sebenernya sudah dibuat lima tahun yang lalu, kalau saya tidak salah ada masterplannya,” urai Mas Bup Dhito.
“Kita akan balik ke masterplan tersebut apakah sekarang kondisi Kampung Inggris ini sesuai dengan masterplan yang ada apa ga, itu aja,” imbuhnya. (A Rudy Hertanto)
