
Suasana pelaksanaan Operasi Pasar Murni (OPM) bertempat di lingkungan kantor Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Kamis (20/12/2018). Hal ini disambut antusias masyarakat, rata-rata dalam hitungan jam sembako yang diperdagangkan sudah ludes habis terbeli oleh warga. (Foto : A Rudy Hertanto)
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan Dan Perindustrian menggelar Operasi Pasar Murni. Hal ini dimaksudkan untuk menekan inflasi kumulatif tahun 2018.
Gelaran Operasi Pasar Murni terus dilakukan yang nantinya dapat menjaga kestabilan harga sembako menyambut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Seperti diketahui sebelumnya, Kota Kediri mengalami inflasi 0,16 persen dan berimbas pada penurunan peringkat ke-3 dengan inflasi kumulatif sebesar 1,27 persen pada 2018.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Yetty Sisworini mengatakan, untuk menekan angka kumulatif inflansi bisa turun level, pihaknya sudah memikirkan jauh-jauh hari. Disperdagin Kota Kediri sudah memiliki strategi untuk penanganannya.
“Di bulan Desember ini Disperdagin Kota Kediri mengelar OPM. Hal itu untuk mengendalikan harga pokok menyambut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Kita laksanakan di 46 kelurahan yang ada di Kota Kediri, mulai tanggal 3 Desember hingga tanggal 21 Desember mendatang, “jelasnya.
Komoditi yang disediakan di masing-masing tempat pelaksanaan OPM diantaranya, beras dengan harga sekitar Rp. 46.500,- (kemasan 5 kg), jumlah kuota sekitar 150 pack. Gula Rp. 8500,-/kg, kuota 500 kg. Minyak goreng Rp. 8000,- (kemasan botol 900 ml), kuota kurang lebih 384 botol dan telur dengan kuota sekitar 150 kg yang harganya disesuaikan saat OPM berlangsung.
Lebih lanjut, selain itu saat dalam menekan laju inflasi, di bulan Ramadan pihaknya juga menjual stok pangan yang lebih murah.
“Kami bisa menjual kebutuhan pangan dengan harga murah dengan memberikan bantuan pada ongkos kirim. Jadi kami bisa menjual per 5 kilogran beras dengan harga dibawah Rp 50 ribu, “ungkapnya.
“Dengan OPM ini kenaikan inflansi di Kota Kediri bisa ditekan, karena di penghujung tahun ini, banyaknya kebutuhan masyarakat seperti pendaftaran sekolah serta kebutuhan lainya, dan dengan dilaksanakan OPM masyarakat ekonomi ke bawah banyak terbantu, “tuturnya.
Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar (akrab disapa Mas Abu) mengatakan, disetiap jelang akhir tahun akan menghadapi momen liburan anak sekolah, hari besar keagamaan nasional dan tahun baru. Sehingga ada peningkatan nilai belanja masyarakat untuk kebutuhan pokok, pasar tradisional dan pasar swalayan.
“Masyarakat diharapkan selalu bijak dalam berbelanja terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Kepada masyarakat Kota Kediri juga dihimbau menjelang hari besar keagamaan dan tahun baru agar lebih bijaksana dalam berbelanja kebutuhan, jangan banyak-banyak, “himbau Mas Abu.
Menindaklanjuti perkembangan pergerakan harga kebutuhan pokok di pasaran hingga menjelang akhir pelaksanaan OPM, terutama untuk komodoti beras dan telur yang masih belum menunjukkan respon menurun yakni harga beras berada di kisaran Rp. 10.500,- per kilo dan telur Rp. 24.000,- per kilo.
Maka Disperdagin Kota Kediri memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan OPM yakni pada tanggal 26,27,28 Desember 2018.
“Jadi OPM akan diperpanjang, khusus untuk komoditi beras dan telur. Tempat pelaksanaannya di Taman Sekartaji, depan Taman Makam Pahlawan di jalan PK. Bangsa dan Alun-alun Kota Kediri. Diharapkan masyarakat Kota Kediri bisa memanfaatkan kesempatan perpanjangan pelaksanaan OPM ini untuk berbelanja dengan bijak dan sebaik-baiknya,” pungkas Yetti Sisworini. (Advertorial) (A Rudy Hertanto)
