Search

Kediri Ben Resik Cek Kondisi Sungai Kresek di Burengan Kediri, Begini Hasilnya!

Kediri Ben Resik Cek Kondisi Sungai Kresek di Burengan Kediri, Begini Hasilnya!

Kondisi aliran air Sungai Kresek yang melintasi lingkungan Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri diduga memungkinkan terjadi pencemaran. Foto : A Rudy Hertanto

Hal ini diketahui setelah tim dari komunitas Kediri Ben Resik (KBR) yang konsen terkait persampahan mendatangi lokasi dan melakukan tes kualitas air sungai, Senin (27/9/2021) petang.

“Kemungkinan karena warnanya hitam, itu berarti kemungkinan ada limbah yang terbuang, akan tetapi perlu ada uji lab agar bisa memastikan yang terkandung di dalamnya itu (zat kimia) apa,” ungkap Endang Pertiwi dari komunitas Kediri Ben Resik.

Ketika berada dilokasi, Kristian Adam Ari selaku bidang Konservasi, Kediri Ben Resik mengambil air sungai kemudian di tes kualitasnya menggunakan alat bernama TDS (Total Dissolved Solids) untuk mengetahui part kadar mineral air sungai.

“Semakin tinggi kadar mineralnya itu semakin buruk untuk lingkungan, terutama kesehatan manusia itu sendiri,” kata Adam, diperoleh hasil tes menunjukkan angka sekitar 340 an ppm (part per million) atau mg/l (miligram per liter).

“WHO menetapkan, kadar mineral yang paling bagus itu 500 ke bawah dan itu tadi menunjukkan angka 350 berarti kurang 150 lagi air ini bener-bener ga layak untuk manusia,” lanjutnya.

Menurut Adam, perlu tanaman untuk menetralisir tingginya kandungan mineral pada air, namun dengan kandungan air sungai yang ada tersebut untuk hidup ikan kemungkinan besar tidak bisa.

Sedangkan untuk kandungan mineral air layak minum berkisar 150 an (misalnya air sumber), jika kandungan mineral air sungai di angka 340 berpotensi menimbulkan keracunan ekosistem.

Indikator terjadinya pencemaran, Endang menjelaskan, “Kalau kita nggak pakai alat itu ada indikator, satu adalah warna, kedua adalah bau dan ketiga adalah berbusa, jadi tiga macam indikator ini bisa jadi penentuan,” urainya.

“Kemudian sungai itu ada ikannya nggak, kayaknya ini nggak ada ikannya, dengan begitu memungkinkan ini ada pencemarannya,” sambungnya.

“Karena warnanya pekat hitam, kalau penyebab ya harus ke uji lab dulu, nanti ini bisa diujikan kandungannya apa yang ada di dalamnya,” tegasnya.

Meski batasan kadar mineral diangka 500, Endang menyebutkan, hasil kualitas air ini untuk ekosistem sungai memang kurang bisa menjaga habitat.

“Artinya ikan-ikan kemungkinan dari limbahnya sampah itu juga pengaruh yang membuat ikan-ikan di sungai tidak bisa berkembang biak dengan baik karena dampak dari sampah-sampah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Endang menuturkan, hasil uji lab atas air yang diambil dari Sungai Kresek di lingkungan Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri tersebut nantinya akan di koordinasikan dengan pihak pemerintah daerah. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment