Kepala Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Adi Sutrisno bersama warga melakukan kirab gunungan hasil bumi yakni tumpeng sayur mayur dengan diiringi kesenian jaranan, berangkat dari sisi timur menuju barat, berakhir di Makam Mbah Bureng di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, Jumat (27/6/2025). Foto : A Rudy Hertanto
Adi Sutrisno mengatakan, kegiatan ini telah menjadi tradisi, khususnya ketika menyambut satu Suro atau Muharram, “Tujuannya untuk nguri-nguri budaya dan adat yang telah lama berlangsung serta mendukung Visi Misi dan Sapta Cita Mbak Wali Kota agar kegiatan seperti ini selalu Ngangeni bagi generasi muda mulai anak- anak hingga lanjut usia,” ujarnya.
Bersama-sama ziarah kubur, mengirim doa kepada leluhur, juga sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan menjaga keharmonisan masyarakat, “Kita bersyukur bersama warga, bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT, kesehatan dan juga mengedukasi anak-anak Burengan secara langsung untuk bagaimana wujud bersyukur pada Tuhan dengan cara tahlilan bersama,” urai Adi.
Lebih lanjut Adi menerangkan, tumpeng yang di arak berjumlah 5 gunungan yang memiliki nilai filosofis, bermakna Pancasila yang harus terus dipegang.
Adi berharap acara adat ini jangan sampai punah yang kedua yakni mengenalkan kepada Generasi Z bahwa kegiatan ini berlangsung sejak jaman dulu sampai dengan sekarang dan sampai dengan ke depan tetap harus tetap dirasakan.
“Memang ini kearifan lokal yang harus kita jaga bersama, dan juga mengenalkan tokoh-tokoh Burengan yang dimakamkan di Burengan biar Generasi Z mengenal dan ikut merawat,” imbuh Adi.
Tasyukuran menutup rangkaian kegiatan, warga yang berada di lokasi kemudian meriah menyerbu tumpeng, warga saling berebut berbagai sayur mayur yang tersedia gratis tersebut tak lama usai acara adat ditutup. (Adv) (A Rudy Hertanto)





——
