Search

Kebut Imunisasi PCV, Dinkes Kediri Buka Pendaftaran Online

Kebut Imunisasi PCV, Dinkes Kediri Buka Pendaftaran Online

Dinas Kesehatan Kota Kediri membuka pendaftaran online untuk percepatan imunisasi PCV (Pneumokokus Konyugasi Vaksin) bagi balita di Kota Kediri. Foto : Ilustrasi

Balita yang berhak mendaftar imunisasi PCV gratis ini adalah balita yang lahir mulai April 2021. Pembatasan tanggal lahir mulai April dikarenakan program imunisasi PCV gratis baru dirilis Juni 2021.

Imunisasi PCV diberikan kepada balita agar terbebas dari penyakit pneumonia atau radang paru akibat bakteri Pneumokokus. Pemberiannya dilakukan tiga kali, ketika bayi berusia dua bulan, tiga bulan, dan 12 bulan.

“Kami membuka pendaftaran online via Whatsapp untuk balita yang belum diimunisasi PCV. Khusus balita yang lahir mulai April 2021,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr H Fauzan Adima M.Kes melalui Pengelola Program Imunisasi, Meylany Rosa Puspita SKM, Senin 22 November 2021.

Meylany menjelaskan, pendaftaran online via Whatsapp ditujukan kepada nomor hotline bidan desa/kelurahan tempat balita berdomisili.

Informasi tentang nomor telepon hotline bidan desa itu bisa didapat dari puskesmas terdekat atau dari kader posyandu dan pustu (puskesmas pembantu).

“Usai mendaftar via WA ke bidan desa, nanti akan dijadwalkan waktu imunisasi PCV-nya. Mendaftarnya bisa kapan saja, tetapi imunisasinya dibuka setiap Rabu atau Kamis. Karena Rabu dan Kamis itu puskesmas buka selama pandemi, hari lainnya tutup” ungkap alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Surabaya ini.

Meylany menjelaskan, Kota Kediri termasuk satu dari delapan daerah di Jawa Timur yang mendapatkan prioritas pemberian imunisasi PCV gratis dari pemerintah.

Tujuh kab/kota lainnya adalah Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Malang, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Jember, Kabupaten Kediri dan Kota Malang.

“Kami mendapatkan introduksi vaksin PCV mulai Juni 2021. Sehingga kami telah memberikan pengumuman, melalui radio, baliho, bagi bayi kelahiran mulai April2021. Namun karena kondisi covid, capaian vaksin masih 18 persen. Untuk itu, kami kembali mengajak ibu-ibu agar segera mendaftar online,” ajak Meylany.

Imunisasi PCV, lanjut Meylany, bisa diberikan secara gratis bagi balita Kota Kediri. Itu karena PCV telah masuk sebagai imunisasi rutin yang dibiayai pemerintah, seperti halnya imunisasi BCG, DPT, Campak.

Kebetulan Kota Kediri mendapat kesempatan pertama dalam masa pengenalan. “Kalau suntik sendiri di dokter spesialis, harga vaksin PCV ini sekali suntik 1 jutaan,” kata Meylany.

Sementara itu, Epidemiolog Unair Surabaya, Dr dr Atoillah Isfandiari M.Kes menerangkan, pneumonia adalah radang paru-paru.

Penyebab utamanya adalah infeksi mikroorganisme (bakteri, jamur, virus) dan bahan kimia. Sebagian besar mikroorganisme penyebab pneumonia adalah bakteri Pneumokokus.

Gejala awalnya seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), yakni batuk pilek di bagian saluran nafas atas. Kalau kumannya turun ke paru-paru, maka menyebabkan paru-paru radang atau rusak yang dinamai pneumonia.

“Sama kayak Covid-19, awalnya ISPA, kalau kumannya masuk paru-paru jadi pneumonia. Bakteri Pneumokokus ini juga kalau masuk ke paru-paru menyebabkan radang atau pneumonia,” kata dr Atok.

Yang paling rentan terserang pneumonia akibat bakteri Penumokokus ini adalah bayi di bawah setahun.

“Pada anak-anak atau balita, seperti batuk pilek biasa. Namun kok kemudian frekuensi nafasnya meningkat, menggeh-menggeh bahasa Jawanya, atau ngos-ngosan. Kalau begini, balitanya segera bawa ke dokter atau puskesmas terdekat agar bisa cepat diantisipasi,” saran dr Atok.

Kalau anak mulai sesak, paling tidak harus dibawa ke puskesmas atau dokter. Itu untuk memastikan apakah mengarah pada pneumonia.

Kalau memang pneumonia, tidak bisa dilakukan perawatan di rumah. Apalagi kalau anaknya sampai biru-biru di titik yang jauh dari jantung (misalnya ujung jari), maka sudah butuh ventilator.

“Jadi memang usia rawan adalah bayi di bawah 1 tahun. Karena daya tahan tubuh belum terbangun dengan mantap,” tutur dr Atok.

Wakil Dekan 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair ini menjelaskan, pneumonia adalah penyebab kematian terbanyak pada balita. Sehingga langkah terbaik adalah mencegah agar tidak sampai mengganas pada balita.

Upaya pencegahan utama adalah meningkatkan daya tahan tubuh balita. Misalnya dengan ASI eksklusif, perbaikan gizi, menjaga kebersihan ruangan dan lingkungan, serta menjauhkan dari orang yang terkena ISPA.

Bila sang ibu menderita batuk pilek, sebaiknya jaga jarak. Untuk kebutuhan ASI bisa dipompa. Kalau toh harus dekat anaknya, wajib mengenakan masker.

“Cara selanjutnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh balita terhadap serangan pneumonia karena Pneumokokus adalah dengan imunisasi,” tutur dr Atok.

Pemerintah, lanjutnya, telah menetapkan imunisasi PCV sebagai cara mencegah penyakit pneumonia pada balita karena bakteri Pneumokokus.

Kota Kediri masuk dalam 8 daerah prioritas di Jatim, sebelum nantinya akan diberlakukan untuk seluruh Indonesia sebagai imunisasi rutin.

“Semua imunisasi, adalah hak anak yang menjadi kewajiban orang tua. Sehingga kesempatan ini sebaiknya dimanfatkan dengan baik,” saran dr Atok. (*)

INDEX

Leave a Comment