Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi dari Partai NasDem bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar sosialisai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada masyarakat, Minggu (25/6/2023). Foto : Partai NasDem
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Bedali, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, pada kesempatan ini Nurhadi mengajak peserta yakni masyarakat setempat dan sekitarnya yang hadir, mengetahui makna CERDIK dalam Germas.
“CERDIK, C nya itu Cek kesehatan, di mana masyarakat kita himbau untuk melakukan cek kesehatan secara berkala alias jangan terlena kalau ketika kondisi kita sehat tetap harus cek kesehatan justru juga ketika kita mengalami gejala-gejala kesehatan yang di tubuh mungkin pusing dan lain sebagainya itu segera cek kesehatan,” kata Nurhadi.
“Penting sekali agar tidak terjadi yang sering dialami oleh saudara kita serangan stroke mendadak, jantung dan lain-lain,” lanjutnya.
Nurhadi menuturkan, “E itu Enyahkan asap rokok, kita gelorakan semangat untuk agar rokok itu tidak berdampak kepada generasi penerus kita, khususnya anak cucu ya, yang makanya mereka yang sudah terlanjur merokok ya merokok di tempat yang benar lah.”
“Kemudian yang R, Rajin aktifitas kemudian D nya Diet sehat tentu kita sampaikan pola-pola makan yang benar jangan sampai kalau malam hari itu ya makan diakehi (banyak) jelas mboten sehat niku,” urainya.
“I nya itu Istirahat yang cukup dan yang terakhir K itu Kelola stress jadi pengelolaan pola berpikir yang benar itu akan membuat kita sehat dengan cara pandai-pandai bersyukur,” jelasnya.
Nurhadi berharap semakin banyak orang yang sadar bahwa sehat itu dimulai dari diri sendiri, “Contoh yang saya sampaikan dalam sambutan tadi kalau rumah sakit itu masih penuh ya berarti banyak yang orang itu yang masih belum sadar diri terhadap kesehatannya gitu ya kadang kerja kerja kerja lupa kesehatannya,” ujarnya.
“Ke depan terus juga sadar akan jaminan kesehatan yaitu melindungi diri kita dengan BPJS Kesehatan yang nggak mampu, nggak usah bayar ikut program yang KIS gratis, kalau yang mampu bisa diniati sedekah untuk membantu yang nggak mampu, alias BPJS secara mandiri,” imbuh Nurhadi. (A Rudy Hertanto)
