Search

Begini Pesan Pimpinan Pusat Pelantikan Fatayat NU Kota Kediri 2020-2025

Begini Pesan Pimpinan Pusat Pelantikan Fatayat NU Kota Kediri 2020-2025

Pesan disampaikan Anggia Ermarini, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) atas pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Kediri masa khidmat 2020-2025 di Aula Masjid Agung Kota Kediri, Sabtu (23/10/2021). Foto : A Rudy Hertanto

“Fatayat NU itu punya potensi untuk berkembang, sekarang saya selalu menekankan untuk tidak hanya sholehah tapi maslahat, maslahat itu artinya kalau bisa bermanfaat bagi orang lain,” kata Anggia saat ditemui usai acara pelantikan.

Lebih lanjut Anggia menuturkan, apa yang telah dikerjakan selama ini diharapkan dapat terstruktur dengan baik melalui Fatayat NU sehingga terwujud Fatayat NU Siaga dan Berdaya.

Menurut Anggia, peran perempuan Fatayat NU sangat strategis terhadap perkembangan jaman, perempuan bisa terus bergerak salah satunya dimulai dari lingkungan keluarga.

Sebagai contohnya, bagi mereka yang masih mempunyai anak bayi, secara dini bisa mulai mengenalkan tentang Indonesia, mengenalkan tentang kebangsaan untuk melawan segala bentuk radikalisme, “Tidak perlu ceramah tapi komunikasi,” terangnya.

Anggia menjelaskan, hal itu sama dengan berjihad, jihad Fatayat NU itu tidak nge bom, tidak harus perang angkat senjata, “Jihad itu artinya melakukan ikthiar dengan sungguh-sungguh,” urainya.

“Jihad melawan kemiskinan, jihad melawan kebodohan, jihad melawan covid, jihad melawan ketidak berdayaan itu jihad,” sambungnya termasuk jihad melawan kekerasan perempuan dan anak dan radikalisme.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kota Kediri, Dewi Nafi’ah mengungkapkan, pelantikan ini telah diagendakan pada bulan awal April 2020, namun karena pandemi ditunda sampai akhirnya bisa diselenggarakan di bulan Oktober 2021.

Seperti diutarakan Dewi, pelantikan ini semakin memotivasi Fatayat NU Kota Kediri tetap eksis walaupun dimasa pandemi, “Dan kita kepengen nantinya organisasi ini bisa mandiri secara organisasi secara ekonominya,” ujarnya.

Dewi menambahkan, belum lama ini pihaknya telah melaunching KMP (Khodijah Muslimah Preneur), “Untuk mewadani jual beli dari Fatayat dan itu tidak menutup kemungkinan untuk sahabat-sahabat diluar Fatayat,” imbuhnya, tentunya nantinya diharapkan bisa bersinergi dengan berbagai kalangan. (A Rudy Hertanto)

INDEX