Search

Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Dorong Peningkatan Kapasitas Petani dan Pelaku Usaha Hortikultura di Kediri

Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Dorong Peningkatan Kapasitas Petani dan Pelaku Usaha Hortikultura di Kediri

Anggota Komisi IV DPR Republik Indonesia (RI) dari Fraksi Partai Gerindra, Endro Hermono memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas bagi petani atau pelaku usaha hortikultura di Kediri, Rabu (22/6/2022). Foto : Partai Gerindra

Kegiatan ini terselenggara kerja sama dengan Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri dan pihak terkait, bertempat di Hotel Surya Kediri berlokasi di wilayah Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Endro mengungkapkan, bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus wawasan petani, khususnya yang berkecimpung di tani holtikultura dan perkembangannya saat ini.

“Agar terjadi peningkatan keterampilan petani hortikultura untuk tercapai hasil pertanian yang optimal dan berkualitas, dengan demikian turut mendongkrak pendapatan petani,” harap Endro.

“Ada praktek pembuatan pestisida organik, agar petani bisa membuat sendiri sehingga bisa menurunkan biaya pestisida dan juga ramah lingkungan,” sambungnya.

Narasumber pertama, Agus Pujianto, P4S Agro Bio Lestari menyampaikan materi mengenai pengendalian hama penyakit terpadu pada budidaya tanaman hortikultura.

Diketahui kondisi riil pertanian yang kerap dihadapi diantaranya kesuburan menurun, serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), harga saprodi naik serta fluktuasi harga, maka perlu langkah-langkah pertanian untuk hidup lebih baik, lingkungan lebih baik dan pendapatan lebih baik.

Agus memaparkan, mengapa PHT (Pengendalian Hama Tanaman)? Sebab kegagalan pengendalian hama dengan pestisida kimia diantaranya, karena terjadinya resistensi hama terhadap pestisida, terjadinya resurgensi atau ledakan hama dan timbulnya hama sekunder. Kepedulian terhadap lingkungan, terhadap kesehatan pekerja dan konsumen.

PHT merupakan sistem pengendalian hama dan penyakit yang mengkombinasikan satu atau lebih cara yang kompatibel (saling mendukung) untuk menekan populasi atau tingkat kerusakan OPT di bawah tingkat yang merugikan secara ekonomis dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan, pengendalian yang efektif dan efisien serta berwawasan lingkungan.

Sehingga pengendalian OPT dilakukan dengan intensif dan sedini mungkin kemudian pengendalian dengan pemantauan sesuai ambang ekonomis. Preventif membuat pertanaman sesehat mungkin (pemupukan seimbang dan sanitasi). Kuratif : penggunaan pestisida, eradikasi (pencabutan dan pembuangan tanaman terserang), penggunaan barier mekanis (kelambu). Penggunaan trap atau dengan lampu di malam hari & tanaman refugia.

Narasumber kedua, Syamsul Hidayah dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri memaparkan materi tentang Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dalam budidaya sayuran dengan menyegarkan kembali PHT.

Dalam materinya Syamsul menerangkan, secara filosofi PHT yakni mengelola OPT dan bukan membasminya, pada dasarnya merupakan program pengelolaan agrosistem.

PHT merupakan filosofi perlindungan tanaman yang lebih menekankan strategi daripada teknologi, menerima PHT juga menerima paradigma baru yaitu perlindungan tanaman adalah bagian integral dari sistem pertanian keseluruhan.

Maksud dari paradigma baru tersebut adalah setiap cara pengendalian setelah dievaluasi kelebihan dan keterbatasannya kemudian diintegrasikan ke dalam setiap tahapan budidaya. (Partai Gerindra) (*)

INDEX