Search

FPRB : Pentingnya Tanam Pohon dalam Mitigasi di Kabupaten Kediri

FPRB : Pentingnya Tanam Pohon dalam Mitigasi di Kabupaten Kediri

dr. Ari Purnomo Adi dikenal sebagai Koordinator Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri terpilih sebagai Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri pada Rapat Fasilitasi FPRB yang digelar BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kediri di Ruang Rapat Kilisuci Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (22/11/2021). Foto : Istimewa

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri, Saifudin Zuhri mengatakan, sesuai amanat Undang-undang Nomor 24 tahun 2007, urusan bencana ada namanya Forum Pengurangan Resiko Bencana yang menjadi bagian atau mitra dari BPBD.

“Forum Pengurangan Resiko Bencana ini kita ada lima sektor yaitu sinergitas pentahelix ada dari dunia usaha, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), masyarakat, akademisi dan dari media,” ujarnya.

“Harapan kami terbentuknya forum ini nanti kita bisa bekerjasama sesuai visi misi Mas Bupati yaitu nomor 7 tentang tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana bisa berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Zuhri menyebutkan, “Sekarang ini kita memasuki ancaman hidrometeorologi, fenomena lanina yang mana curah hujan meningkat sampai dengan 7 persen ini perlu kita sikapi bersama.”

“Kita punya dua gunung, Gunung Wilis dan Gunung Kelud, yang mana ancaman banjir bandang, banjir lahar hujan dan banjir genangan ini sangat tinggi sekali,” imbuhnya.

dr. Ari Purnomo Adi menuturkan, kerja FPRB Kabupaten Kediri nantinya akan mengedepankan pola debirokratisasi, “Kita relawan basisnya, kita tidak boleh meninggalkan jiwa relawan, jadi kita harus meringkas sistem apalagi kita bergerak di kebencanaan, tidak perlu bertele-tele,” urainya.

“Jadi kita cak.. cek.. cak.. cek.. sat.. set.. sat.. set.. di Forum Pengurangan Resiko Bencana ini,” sambungnya.

Kemudian menguatkan setiap elemen, anggota dari relawan dalam menghadapi perubahan iklim, “Kami memilih mencegah timbulnya bencana (mitigasi), terutama bencana-bencana hidrometeorologis dengan menanam pohon,” terangnya.

dr. Ari menjelaskan, “Langkah yang paling sederhana adalah kami menghimbau mengharapkan seluruh elemen yang hadir disini tadi menurunkan ke organisasinya, relawannya untuk mulai menanam pohon.”

“Intinya nanti relawan-relawan yang tergabung dalam kami itu, nanti mandiri pohon, mandiri benih dan bahkan kalau bisa menyumbangkan,” paparnya, dimana penanaman pohon akan dilakukan dilahan-lahan kritis dan tempat-tempat yang memang perlu mendapat perhatian.

dr. Ari berharap, dalam urusan kebencanaan di Kabupaten Kediri semua elemen kemasyarakatan baik langsung maupun tidak langsung, ikut berkerja bersama-sama, terlibat baik di pencegahan, penanganan bencana maupun pasca bencana.

“Semua elemen akan kami gandeng bekerjasama sesuai dengan porsi kekuatan dan kemampuan dan kemauan masing-masing, ini akan kita sinergikan dengan pemerintah, jadi letaknya adalah kita itu sebagai mitra berkerja bareng tapi tujuan akhirnya tetap satu yaitu kesejahteraan masyarakat Kediri,” pungkasnya. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment