Pembahasan peraturan berlaku tentang Pajak Daerah membuka rangkaian kegiatan Sosialisasi Produk Hukum (SPH) tahap ke 1 tahun 2022, digelar oleh Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Katino (akrab disapa Mas Tino) dari Partai Gerindra, Sabtu (22/1/2022) malam. Foto : A Rudy Hertanto
Bertempat di wilayah Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, diikuti warga disekitar lingkungan setempat dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) cegah covid-19, hadir sebagai narasumber, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri, Sugeng Wahyu Purba Kelana.
Sugeng mengatakan, salah satu pendanaan di Kota Kediri bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) salah satunya pajak daerah, pajak yang telah dibayar masyarakat dampaknya kembali ke masyarakat yakni dalam bentuk pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan dan lainnya.
Pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pajak daerah yang di kelola pemerintah di Kota Kediri meliputi, pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklame, pajak parkir, PBB (Pajak Bumi Bangunan), BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan), Pajak Restoran, Pajak Air Tanah dan Pajak Penerangan Jalan.
Mas Tino yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri mengungkapkan, terselenggaranya kegiatan ini merupakan wujud kemitraan eksekutif (Pemerintah Kota Kediri) dan legislatif (DPRD Kota Kediri).
“Sosialisasi ini agar masyarakat mengetahui terkait pajak daerah untuk kemajuan Kota Kediri, untuk pembangunan lebih baik yang ke depannya bisa dinikmati masyarakat,” katanya.
“Njenengan sudah bayar pajak, masyarakat akan merasakan dampaknya, misalnya jika di lingkungan ada jalan rusak maka menjadi perhatian pemerintah untuk perbaikan,” sambungnya.
“Ketaatan membayar pajak, mempermudah pemerintah untuk melaksanakan pembangunan daerah, hal ini tentunya membekali anak cucu kita ke depan untuk program, fasilitas dan layanan umum yang lebih baik,” pungkas Mas Tino. (A Rudy Hertanto)
