Search

Mas Dhito – Mbak Dewi Resmi Ditetapkan Sebagai Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020

Mas Dhito – Mbak Dewi Resmi Ditetapkan Sebagai Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020

Mas Dhito dan Mbak Dewi ketika memberikan keterangan kepada awak media, usai Rapat Pleno Terbuka, Jumat (22/1/2021). Foto : A Rudy Hertanto

KPU Kabupaten Kediri resmi menetapkan Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) dan Dewi Mariya Ulfa (Mbak Dewi) sebagai Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020, Jumat (22/1/2021).

Penetapan tersebut dinyatakan melalui Rapat Pleno Terbuka yang digelar di Ruang Kilisuci Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri di Jalan Soekarno Hatta, Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Seperti diketahui bersama, dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020 hanya terdapat calon tunggal yakni Mas Dhito dan Mbak Dewi.

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Kabupaten Kediri, Mas Dhito dan Mbak Dewi memperoleh suara sebanyak 590.644, sedangkan kolom kosong 181.155, jumlah suara sah 771.799, jumlah suara tidak sah 32.058, jumlah suara sah dan tidak sah 803.857.

Usai mengikuti rapat pleno, Mas Dhito mengungkapkan tak ada persiapan pribadi yang dilakukan setelah ditetapkan sebagai Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kediri, namun ada langkah yang bersifat kerja tim.

“Artinya sekarang memang saya mulai mempelajari bagaimana pola komunikasinya, bagaimana program-program Pemerintah Kabupaten Kediri yang sekarang ke depannya ini kan harus mulai diselaraskan, disatukan frekuensinya,” katanya.

“Karena apapun itu pastinya ada perbedaan pandangan, pastinya ada hal-hal yang saya rasa seharusnya begini, pemerintah yang sekarang merasa harus begini, tapi ini bukan persoalan,” lanjutnya.

Mas Dhito menjelaskan, dalam masa transisi ini, komunikasi dengan Bupati yang masih menjabat dan beberapa jajaran kepala dinas maupun sekretaris daerah sedang terjalin dengan cukup baik.

“Kita mulai pelan-pelan turun ke lapangan, contoh, banjir Tarokan kita diskusi dengan BPBD, diskusi dengan dinas pengairan lalu banjir yang terjadi karena penebangan liar yang ada di Kepung, Besowo hari ini ada dua ribu tiga ratus sekian kepala keluarga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” tuturnya.

“Jadi ini kita sudah mulai pelan-pelan, ya karena belum dilantik jadi belum resmi, kita masih menghargai juga Bupati yang masih menjabat, baik itu Ibu Haryanti maupun Pak Masykuri, jadi kita masih menunggu sampai masa pelantikan, baru kita bisa bergerak dengan lebih cepat,” imbuh Mas Dhito. (A Rudy Hertanto)

INDEX