Search

Dinas Perkim Kota Kediri Lakukan Monev Penerima Program RTLH 2024

Dinas Perkim Kota Kediri Lakukan Monev Penerima Program RTLH 2024


 

Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Kediri melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) kepada warga Kota Kediri penerima program bantuan sosial (bansos) rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2024. Foto : Dinas Perkim Kota Kediri

Kepala Dinas Perkim Kota Kediri, Hery Purnomo mengungkapkan, pelaksanaan monev tersebut dilakukan kepada warga Kota Kediri yang telah menerima bansos rehabilitasi RTLH sebesar Rp. 20 juta per penerima, Senin (19/8/2024).

“Warga Kota Kediri yang masuk dalam program RTLH tahun 2024 ini ada 161 penerima, terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penyaluran atau pencairannya dilakukan secara bertahap, sebab perlu kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi oleh penerima yang pengerjaannya dibantu tenaga pendamping,” katanya.

“Seperti Rancangan Anggaran Biaya (RAB), pakta integritas dan pertanggung jawaban, sampai dengan Agustus ini yang sudah menerima yakni sebanyak 118 penerima,” sambungnya.

Hery menjelaskan, tujuan monev tersebut untuk memantau pelaksanaan rehab mulai dari 0 persen hingga 100 persen (tuntas) agar sesuai dengan ketentuan yang ada dan tepat sasaran, meliputi kesesuaian RAB, ketepatan waktu atau prosesnya dan lain sebagainya.

Sasaran RTLH diprioritaskan untuk perbaikan atap, lantai dan dinding, jika masih ada sisa anggaran dapat diperuntukkan sarana penunjang yaitu dapur hingga kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MKC).

“Sampai sekarang, Dinas Perkim masih terus melakukan penyaluran sesuai SK Walikota Kediri tentang daftar penerima bantuan RTLH tahun 2024, termasuk rangkaian selanjutnya yaitu monev kepada penerima,” imbuh Hery.

Penerima program RTLH 2024, Sri Andayani, warga RT 3 RW 12, lingkungan Pasar Ngaglik, Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri mengaku senang sekaligus bersyukur mendapatkan bantuan. Foto : Istimewa – A Rudy Hertanto

Uang sebesar Rp. 20 juta tersebut, digunakan Sri untuk meninggikan lantai (15-20cm) dan atap serta memperbaiki dinding rumahnya yang berukuran sekitar 4×5 meter.

Sri menerangkan, sebelumnya saat musim hujan tiba, rumahnya sering bocor dan luberan air kerap masuk ke dalam dengan kondisi lantai tanah.

Kini berkat bantuan RTLH, rumah milik Sri sudah lebih baik, atap dan lantai (di keramik) jadi lebih tinggi, tidak bocor, untuk proses penggarapannya pun hampir rampung, tinggal menyisakan finishing (pengecatan dinding). (Adv) (A Rudy Hertanto)
 

 

INDEX