Search

Simulasi Gantangan Burung di Bogokidul Kediri, Terapkan Protokol Kesehatan Masa Pandemi

Simulasi Gantangan Burung di Bogokidul Kediri, Terapkan Protokol Kesehatan Masa Pandemi

Simulasi lomba gantangan burung diadakan di area parkiran BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Bogokidul Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Senin (17/8/2020). Foto : Pratikto Rendra Putranto

Diselenggarakan Event Organizer (EO) New Ina dan Rajawali Indonesia Cabang Kabupaten Kediri, berlangsungnya kegiatan pecinta burung ini mengedepankan protokol kesehatan masa pandemi virus corona (covid-19).

Para peserta dan pihak penyelenggara tampak menggenakan masker dan memberlakukan physical distancing (jaga jarak) serta cairan desinfektan lengkap tersedia di lokasi untuk sterilisasi.

Muhammad Solihin selaku perwakilan EO New Ina dan Rajawali Indonesia Cabang Kabupaten Kediri mengatakan, dalam simulasi ini ada pembatasan jumlah peserta dan berasal dari wilayah lokal saja.

“Pesertanya hanya lokalan orang-orang di sekitar Kecamatan Plemahan sekitarnya sini jumlah pesertanya juga ndak sampai 100 orang,” katanya.

Seperti diungkapkan Solihin, pada kesempatan ini, sebenarnya pihaknya telah mengundang Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri untuk bisa bersama-sama melihat jalannya pelaksanaan simulasi gantangan burung dimasa pandemi.

Namun kabar diperoleh, karena ada sesuatu hal GTPP tak bisa hadir. “Kami sangat memaklumi dengan keadaan kondisi yang sekarang ini dan kami berbesar ingin mengharap mudah-mudahan segera dibuka kembali acara lomba burung di Kabupaten Kediri dan sekitarnya,” urai Solihin.

Mengenai protokol kesehatan pelaksanaan simulasi gantangan burung, Solihin menjelaskan, “Protokol kesehatan kami tetap sesuai dengan yang sudah di kowar-kowarkan, kami hari ini juga menggunakan desinfektan, cuci tangan dan hand sanitizer,” paparnya.

“Arena lomba sebelum dan sesudah lomba wajib kami semprot desinfektan, biar kita tetap memutus rantai mata rantai virus covid-19 ini,” sambung Solihin.

Solihin menyatakan, ingin bersama-sama dengan pemerintah untuk mensosialisasikan bagaimana lomba burung yang aman dalam masa pandemi.

“Slogan kami adalah Maskermu Melindungiku, Maskerku Melindungimu, jadi kami berharap berbesar hati kepada rekan-rekan kicau mania semuanya yang hadir dalam acara lomba burung di Kabupaten Kediri,” tuturnya.

“Di tempat kami sendiri di New Ina kami diwajibkan untuk menggunakan masker dan mengikuti protokol kesehatan dan yang penting adalah kami mengikuti, peserta dibatasi hanya 50% saja,” imbuh Solihin.

“Harapan kami adalah untuk Tim Gugus Tugas atau Pemerintah Kabupaten Kediri bisa segera mungkin untuk membuka kembali aktifitas dunia perburungan karena sangat-sangat sudah nggak bisa ditahan lagi,” ujarnya.

Menurut Solihin, banyak rekan-rekannya mencari nafkah di tempat perburungan ini, sebagai EO pihaknya banyak bersinergi dengan mitra kerja, ada dewan juri ada pengrajin sangkar, ada penyedia pakan burung, ada peternak burung dan ada pula yang menjual kopi.

“Semuanya kita terdampak dengan adanya pandemi ini dan yang jelas kami Event Organizer atau EO yang ada di Kabupaten Kediri ini kami sangat menunggu jawaban dari Tim Gugus Tugas ataupun Tim Gugus Tugas Kabupaten mengenai protap (prosedur tetap),” ungkapnya.

“Kami ingin sangat terbesar hati dengan adanya simulasi ini nanti mudah-mudahan segera kembali dikeluarkan protap, agar ekonomi kerakyatan ini bisa bangkit lagi,” terang Solihin.

Agus Priyanto salah satu peserta simulasi gantangan asal Kayen Kidul Kabupaten Kediri menyebutkan, “Kalau bisa segera dibuka kembali lagi untuk gantangannya karena kami-kami ini menggantungkan hidup di sini. Istilahnya kan kita jual pakan burung kita jual burung kalau ndak ada gantangan ndak laku kita.” (Pratikto Rendra Putranto)

INDEX