“Kondisi Jembatan Lama Kota Kediri atau yang lebih dikenal dengan di era Brug Over den Brantas te Kediri ini sangat memprihatinkan,” demikian diungkapkan Imam Mubarok (akrab disapa Gus Barok) budayawan Kediri, disela mengamati kondisi Jembatan Lama, Rabu (17/3/2021). Foto : A Rudy Hertanto
Perlu diketahui, Jembatan Lama (Brug Over den Brantas te Kediri) memasuki usianya ke 152 tahun tepat pada Kamis (18/3/2021).
“Memasuki ulang tahun ke 152, dari pagi tadi saya inspeksi jembatan karena besok ada acara ulang tahun jembatan yakni gerakan bersih-bersih, membersihkan jembatan,” kata Gus Barok.
“Saya melihat beberapa kerusakan-kerusakan yang ada di jembatan antara lain dek kiri kanan banyak yang berlubang, kayu keropos terus aspal jalan juga banyak yang berlubang terus sampah berserakan di sana-sini,” sambungnya.
Menurut Gus Barok, menjadi kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk menjaga, merawat Jembatan Lama Kota Kediri agar tak rusak dan musnah.
“Aset bangsa, cagar budaya yang telah ditetapkan tanggal 18 Maret tahun 2019 ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan tanggung jawab saya sebagai inisiator daripada jembatan tetapi tanggung jawab bersama,” urainya.
Termasuk peran pemerintah dalam hal pemeliharaan secara berkelanjutan, “Pemerintah daerah sudah menetapkan cagar budaya maka harus mengambil langkah bagaimana ini dimasukkan dalam penganggaran,” tutur Gus Barok.
“DPRD juga harus begitu, DPRD harus menyetujui, tidak bisa tidak, DPRD harus menyetujui, kalau perlu mendesak pemerintah ada anggaran khusus terhadap pemeliharaan terhadap jembatan ini,” lanjutnya.
Gus Barok merasa khawatir sejarah dan keberadaan Jembatan Lama, perlahan-lahan hilang, terkikis perkembangan jaman karena tak terpelihara dengan baik.
“Anak cucu kita tidak akan tahu memiliki jembatan dengan konstruksi besi pertama di Jawa, tidak tahu bahwa jembatan ini lebih tua dari Jembatan Brooklyn di Manhattan City di New Jersey Amerika Serikat, tidak tahu bahwa jembatan ini pernah menjadi saksi pernikahan Putri Juliana tahun 1937,” ujarnya.
“Saya tidak menyalahkan siapa pun, ini belum telat tapi mari kita mulai bentuk kesadaran bersama, bagaimana memelihara peninggalan cagar budaya ini sebagai aset bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut Gus Barok menerangkan, “Jembatan ini kalau nggak dibuka sebenarnya semakin rusak, karena kita tidak tahu, satu tidak tahu ketika ada kerusakan, ketika dibuka artinya untuk pejalan kaki dan sepeda motor bisa (boleh), tapi kendaraan besar jangan.”
Selain itu, Gus Barok memperingatkan untuk tidak membuang puntung rokok dan sampah sembarangan di Jembatan Lama.
“Jangan buang puntung rokok sembarangan karena sudah berkali-kali kasusnya jembatan mengalami kebakaran, ini yang harus disadari terutama bapak-bapak yang biasa hobi mancing,” sebutnya.
Mengenai kegiatan bersih-bersih di Ulang Tahun ke 152, Jembatan Lama Kota Kediri yang akan dilaksanakan Kamis (18/3/2021).
Gus Barok menegaskan, “Saya pesan kepada masyarakat umum, kepada masyarakat Kediri dan sekitarnya bahwa kegiatan yang kita lakukan ini bukan dalam rangka kumpul-kumpul seneng-seneng melanggar 5 M.”
“Kita menerapkan protokol kesehatan besok, kita batasi jumlah pesertanya ya, terus kita lakukan, kita di ruang terbuka,” imbuhnya.
“Ada hal penting yang lebih penting daripada itu adalah kita menjaga bersama aset bangsa berupa cagar budaya Brug Over den Brantas te Kediri ini,” pungkas Gus Barok. (A Rudy Hertanto)
