Search

Jelang Akhir Tahun, Segini Temuan Kasus HIV di Kota Kediri

Jelang Akhir Tahun, Segini Temuan Kasus HIV di Kota Kediri

Kepala Bidang (Kabid), Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, Hendik Suprianto mengungkapkan, kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Kota Kediri (warga Kota Kediri dan luar kota) per tahun berjumlah kurang lebih 200an. Foto : A Rudy Hertanto

“Kita rata-rata temuan kasus ini kalau tiap tahun ini sekitar 200an ya, bisa lebih bisa kurang, yang tahun 2022 kemarin ini 1 tahun ini kita kan menemukan 275, untuk tahun ini sampai dengan bulan September kemarin 160, tapi ini tadi kita update laporan sampai bulan, sampai bulan November ya bulan November ini sudah ada tambahan lagi yang data terakhir ini sampai bulan November 208, kan masih tambah satu bulan lagi yang Desember ini masih belum dihitung,” ungkapnya, Jumat (15/12/2023).

“Tapi penemuan kasus ini bukan berarti kan semua itu warga kota (Kediri) nggih, karena program HIV ini tidak boleh membeda-bedakan asal wilayah,” lanjutnya.

Hendik menjelaskan, “Kalau HIV itu ya lebih dari 80% ini penularan ya melalui hubungan seksual, hubungan seksual dan di penularan ini yang prosentase penularan tertinggi ini memang hasil dari kasus penemuan kasus kita itu pada kelompok itu ya laki-laki yang berhubungan seks sesama laki-laki ini paling tinggi.”

Mengenai program penanganan HIV/AIDS, Hendik menuturkan, “Program daripada HIV AIDS dalam rangka untuk mencapai eliminasi, eliminasi HIV pada tahun 2030 salah satu programnya yang pertama yaitu program untuk sosialisasi, sosialisasi edukasi pada masyarakat tentang pencegahan HIV.”

“Tentunya kalau HIV itu biasanya terkait dengan perilaku-perilaku hidup bersih dan sehat, HIV ya perilaku berhubungan seksual yang sehat seperti itu setia pada pasangan dan sebagainya itu edukasi,” ujarnya.

“Kemudian yang kedua upaya untuk penemuan kasus baru, penemuan kasus baru kita rutin kerjasama juga dengan LSM kemudian juga dengan WPA itu kerjasama untuk menemukan kasus baru,” bebernya.

Hendik menyebutkan, “Menemukan kasus baru HIV ini tujuan kita untuk kita temukan kasus HIV ini supaya kalau kita temukan lebih awal, kita terdeteksi lebih awal ini kan bisa untuk mencegah penularan.”

“Karena HIV ini kalau tidak segera kita temukan kan setiap hari setiap saat kan berpotensi untuk menularkan ke orang lain, apalagi yang penderitanya itu misalnya beresiko ya, beresiko itu seperti misalnya PSK kemudian yang suka njajan dan sebagainya itu kan beresiko,” urainya.

Setelah kasusnya ditemukan, selanjutnya tes apabila positif maka segera dilakukan pengobatan dan konseling, “HIV kalau ditemukan kemudian diobati dia patuh pengobatan akan tidak, tidak segera jatuh ke AIDS,” paparnya, sehingga kemungkinan menularkan ke orang lain itu menjadi kecil.

Terkait langkah antisipasi HIV, Hendik menghimbau, “Kita harus waspada nggih, berperilaku yang sehat, berhubungan seksual yang sehat, setia dengan pasangan, ya hindari berhubungan seks yang tidak sehat (njajan dan sebagainya).”

“Karena misalnya salah satu suami atau istri yang berbuat, beresiko maka juga akan menularkan ke pasangannya, maka konsep setia pada pasangan itu adalah konsep yang paling bagus, strategi yang paling bagus untuk mencegah terkena HIV,” imbuhnya. (A Rudy Hertanto)

INDEX