Search

Tak Mampu Bayar Rp 700 Ribu, Rapor Maharani Ditahan Sekolah

Tak Mampu Bayar Rp 700 Ribu, Rapor Maharani Ditahan Sekolah

Maharani Putri Setya Anggaraini, warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, harus mengurungkan niatnya untuk melanjutkan sekolah. Bagaimana tidak, gara-gara tak bisa membayar iuran sekolah sebesar Rp 700 ribu, rapor miliknya harus ditahan pihak sekolah. Padahal buku rapor tersebut merupakan syarat untuk pendaftaran sekolah dijenjang berikutnya.

Peristiwa ini diketahui setelah Maharani datang bersama temannya ke Markas Satpol PP Kota Kediri, Jumat (11/8/2017) siang. Kedatangan Maharani ke Mako Satpol PP untuk mengadu, sekaligus meminta solusi serta bantuan atas masalahnya. Rencananya remaja putri ini berkeinginan melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 8 Kota Kediri. Meski dari keluarga kurang mampu, namun ia bercita-cita tinggi yakni, menjadi seorang polisi wanita (polwan).

“Kami sudah lama mengenal Maharani. Sebab, sebelumnya ia sering terjaring razia karena ikut-ikutan dalam kelompok anak Punk. Sedikitnya sudah tujuh kali dirinya terjaring. Tetapi akhirnya Maharani sadar dan ingin melanjutkan sekolahnya. Kami sangat mendukung apa yang dicita-citakan. Untuk itu, masalah yang terjadi ini akan kami bantu,” ungkap Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid, di kantornya.

Setelah menerima penjelasan Maharani, Nur Khamid berjanji akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial. Dua dinas ini akan menjawab persoalan Maharani. “Untuk biaya sekolah yang masih menunggak, mungkin akan diatasi Dinas Sosial. Lalu tentang sekolah yang akan dituju, kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Untuk masalah sekolah yang menahan rapor, nanti biar Dinas Pendidikan yang menyelesaikan. Sementara kalau memang tidak dibantu, saya sendiri yang akan melunasinya,” janji Nur Khamid.

Menurut pengakuan Maharani, sebelumnya ia tercatat aktif sebagai pelajar salah satu SMP swasta di Kediri. Selama sekolah, Maharani tercatat sebagai salah satu siswi yang berprestasi di bidang atletik lari. Sayangnya ia berasal dari keluarga kurang berada. “Kami Satpol PP Kota Kediri merasa senang atas berubahnya anak tersebut dan akan membantu sebisanya untuk melanjutkan kembali bersekolah. Bahkan dengan keahlian yang dimilikinya itu, harapanya mau sekolah di SMA 8 Kota Kediri dan bercita-cita ingin menjadi Polwan dan bisa membantu ortu,” pungkas Nur Khamid. (Duchang Prakasa)

INDEX