Pendaftaran siswa baru jenjang sekolah dasar (SD) dimulai, Jumat (7/7/2017) diwarnai aksi dorong. Hari pertama pendaftaran sekitar ratusan pendaftar terlihat berjubel memenuhi loket. Pasalnya, mereka merasa takut akan kehabisan kuota calon siswa di sejumlah sekolah yang dipilih.(Foto: Duchang Prakasa)
Seperti di salah satu SDN Tamanan Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, hari pertama pada PPDB 2017 untuk pendaftar sudah terhitung sebanyak 250 siswa. Mereka mendaftarkan diri untuk lima sekolah pilihan yang terdapat di Gugus 1 Kecamatan Mojoroto.
Sekolah SDN Tamanan ini menjadi tempat pendaftaran untuk enam sekolah dasar di gugus satu yang meliputi SDN Campurejo 1,2, Banjarmlati 1 dan Liboyo 1 dan 2 l, serta SDN Tamanan sendiri.
Triyono, salah satu wali murid mengaku, PPDB online yang digelar perdana ini dinilai masih kurang persiapan. Sebab, dari fasilitas dan tempat masih kurang memadai. Bahkan, mayoritas wali murid juga kebingungan dalam sistem PPDB online yang baru dilaksanakan di sekolah dasar tersebut. “Masih bingung dengan zonasi, sebab kita khawatir jika tidak dapat sekolah,” ujarnya.
Terpisah, koordinator PPDB gugus 1 Mojoroto, Dwi Sukatmiati mengatakan jika persiapan panitia memang masih kurang. Karena masih perdana pihaknya sengaja baru menyiapkan tempat verifikasi. “Kita akui masih kurang persiapan, tetapi untuk menghindari adanya kelambatan di dalam ruangan nanti kita beri enam petugas dari masing-masing sekolah ditambah satu kurir,” tuturnya.
Selain itu, untuk menghindari membludaknya pendaftar panitia juga menerapkan sistem giliran setiap sesi 20 orang. Namun demikian, karena PPDB SD dengan sistem online ini baru dilakukan pertama kali, sayangnya dalam prakteknya sejumlah mekanisme tersebut tak berlaku. Ratusan pendaftar tetap berdesakan hingga terjadi aksi saling dorong.(Duchang Prakasa)
