Sosialisasi pengendalian OPT sekaligus penyaluran pinjam pakai perangkap tikus berlangsung di Sumber Banteng, lingkungan Wangkalan, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Jumat (2/3/2018) pagi. (Foto : A Rudy Hertanto)
Kendati masih tergolong ringan sampai sedang, namun serangan hama tikus di lingkungan Wangkalan wilayah Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri berpotensi mengancam sektor perkebunan dan pertanian setempat, demikian disampaikan Bandiran, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kota Kediri.
Menindak lanjuti hal tersebut, DKPP menyalurkan pinjam pakai sekitar 30 perangkap tikus, penyerahan kepada petani itu dilaksanakan di kawasan sumber air Sumber Banteng lingkungan Wangkalan. Untuk mengantisipasi dan mengendalikan situasi lebih lanjut.
Menurut keterangan Bandiran, hama tikus menggerogoti batang tanaman perkebunan tebu dan pertanian padi, tanaman menjadi tumbang dan mampus, termasuk jagung.
Serangan terjadi di titik-titik tertentu, perangkap secara bergilir akan terus digunakan sampai melihat perkembangan penurunan populasi tikus, dikombinasikan dengan umpan beracun serta penanganan alami menggunakan burung hantu.
Sementara itu, Asad petani padi kelompok Harapan Jaya di lokasi setempat mengungkapkan, adanya serangan hama tikus tersebut membuatnya merugi, hasil panen berkurang. Sasaran tidak di bagian pinggir, namun di tengah rimbunan tanaman padi miliknya, paling berat saat 30-35 hari setelah masa tanam. (A Rudy Hertanto)
