Kepala Bagian Pelayanan, RSKK, dr. Budi Shanjaya. Foto : A Rudy Hertanto
Management, Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) menyebutkan, proses persalinan bayi kembar tiga yang dijalani pasien Dwi Sulistia Ningsih warga Dusun Notorejo, Desa Kampungbaru Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, istri dari Andik Setiawan, berjalan lancar.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Bagian Pelayanan, RSKK, dr. Budi Shanjaya, “Untuk penanganan kan seperti biasanya ya karena ini pasien gawat darurat kan, di rawat di gawat darurat terus kita konsulkan ke dokter spesialis kandungan terus kita juga sudah melakukan terapi, pertolongan pertama dan lain-lain terus akhirnya diputuskan untuk operasi,” ungkapnya, Kamis (30/11/2023).
“Operasinya pun menggunakan bius yang bukan bius total tapi bius yang, hanya yang bisa sadar lah intinya, bisa sadar itu terus setelah di operasi ibunya di ruang observasi setelah di observasi baik tetap sadar terus masuk ke ruangan,” lanjutnya.
dr. Budi menjelaskan, pasien terdaftar memiliki BPJS dan sebelumnya pernah melakukan kontrol di sebuah klinik dan rumah sakit hingga akhirnya dirujuk ke RSKK, “Sehingga ibu dan bayinya ini sebelum lahir di rujuk ke RSKK ini, RSUD Kabupaten Kediri ini di poli kandungan,” urainya.
Ketika dipoli kandungan, pasien diterima dan diperiksa oleh dokter spesialis kandungan RSKK, “Harapannya bayi ini dan ibunya dipertahankan sehat terus dan harapannya bisa mendekati 9 bulan kalau mendekati 9 bulan harapannya nanti bayinya besar juga perawatannya mudah,” kata dr. Budi, namun pada 8 bulan itu ternyata terjadi perembesan dari ketuban.
“Sehingga ketubannya berkurang dan ini sudah mau enggak mau harus dilahirkan karena kalau tidak dilahirkan ya akan berbahaya juga bagi ibu dan anak akhirnya dilahirkan kemarin tanggal 28,” sambungnya.
dr. Budi menuturkan, “Untuk prosesnya lancar jadi kalau, bisa dilihat proses kelancaran untuk persalinan jadi untuk proses operasinya bisa kita lihat hasilnya dari ibunya sekarang yang sudah sehat padahal ini kan hari ketiga setelah operasi.”
Diterangkan dr. Budi, pasien masuk tanggal 27 jam 10.00 malam, operasinya tanggal 28 pagi, “Karena kan kita juga butuh menyiapkan kamar operasi kita juga butuh untuk mematangkan paru jadi kita sudah tahu ini nanti kalau dilahirkan secara medis ini, jadi kalau bayi prematur dilahirkan berarti yang paling bahaya adalah paru-paru yang belum siap.”
“Nah maka paru-paru ini harus disiapkan dulu dan paru-paru untuk siap ini obatnya masuk lewat ibu bukan disuntik bayinya, kalau disuntik bayinya sudah terlambat, nah makanya disuntikkan ibu dulu,” imbuhnya, paru-parunya akan menjadi cepet baik begitu nanti operasi harapannya sudah siap.
Ketiga bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan, dengan berat dua bayi kurang lebih 1,3 kg dan satu bayi kurang lebih 1,4 kg, statusnya stabil terobservasi, RSKK melakukan upaya dan langkah terbaik dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Andik mengatakan, bersyukur kondisi istrinya sudah membaik dan pemulihan, bayi kembar tiga ini merupakan kehamilan kedua istrinya, anak pertamanya juga perempuan kini telah berusia 7 tahun.
Usai kelahiran ketiga putrinya, Andik berharap, “Mudah-mudahan segera membaik gitu aja bisa bawa pulang, mudah-mudahan tapi ya untuk membawa pulang kan perlu persetujuan dari dokter sini.”
“Kalau dokternya sudah menyetujui ya bawa pulang tapi kalau belum ya biar sini biar lebih baik lagi,” pungkas Andik yang kesehariannya berdagang pentol. (A Rudy Hertanto)
