Search

Gelar Pameran dan Serasehan, Mas Pipin Ajak Generasi Muda Tak Salah Tafsir Keris

Gelar Pameran dan Serasehan, Mas Pipin Ajak Generasi Muda Tak Salah Tafsir Keris

Pameran dan serasehan keris atau tosan aji mengisi pelaksanaan program Pokir APBD tahun 2022, Anggota Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kediri, Khusnul Arif (memegang keris) kepada masyarakat, Minggu (27/3/2022). Foto : A Rudy Hertanto

Kegiatan digelar di Sanggar Satriya Buwana Jaya berlokasi di lingkungan Perum Sukorejo Indah, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Paguyuban Panji Jayabaya Kadiri serta Pecinta Keris Mageti Kediri.

Narasumber serasehan, Mpu Aji Guno Anom (Mohammad Teguh Budi Santoso) asal Magetan, Jawa Timur membahas sejarah Keris Mageti.

Khusnul Arif (akrab disapa Mas Pipin) mengatakan, “Kegiatan ini bagian dari rangkaian pokir 2022 yang salah satunya untuk nguri-uri budaya dan seni, ini saya gelar pameran dan serasehan keris, sebelumnya sudah ada beberapa kegiatan seni seperti jaranan kemudian wayangan nggih sampun, hari ini kita melaksanakan giat pameran dan serasehan keris atau tosan aji.”

“Keris ini warisan leluhur, budaya leluhur yang patut kemudian kita jaga, kita lestarikan jadi supaya generasi muda ini juga tidak salah tafsir,” sambungnya.

Mas Pipin menjelaskan, “Tadi disampaikan, bahwa ada yang mungkin berfikir keris ini adalah mistis, keris ini adalah musyrik dan semuanya, filosofi tentang keris tadi sudah disampaikan panjang lebar, harapan kami tentunya generasi muda kemudian saget atau bisa nguri-uri dan mencintai warisan leluhur termasuk salah satunya adalah keris,” tuturnya.

Hadir, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Imam Mubarok (Gus Barok) disela acara mengungkapkan, UNESCO mengakui keris sebagai warisan dunia itu adalah keris sebagai warisan non bendawi, “Jadi artinya bahwa makna filosofi dalam keris itu penting,” ujarnya.

“Keris berawal dari falsafah berakhir dengan kepasrahan, sedangkan pamor itu adalah bahasa mpu, mpu lah yang tau,” lanjut Gus Barok, belajar keris itu ke mpu.

“Pesan-pesan yang tersampaikan dalam keris itu akan memberikan pegangan dalam kehidupan misalnya, ada luk 3 Jangkung disebut adalah keris sebuah untuk pengharapan untuk cita-cita,” urainya.

“Ada lagi Keris Jangkung Segoro Winotan (segoro itu laut, winotan itu jembatan), bagaimana kita menjangkau harapan kita seperti halnya membangun jembatan di atas laut, gitu loh itu kan suatu keniscayaan, bahwa tapi bisa,” papar Gus Barok, jadi makna-makna filosofi yang harus dipertegas.

“Keris itu bukan untuk sesuatu hal dibuat bukan untuk klenik-klenikan, tetapi makna filosofi yang lebih jelas,” imbuhnya.

Sementara itu, Mpu Aji Guno Anom menyebutkan, “Keris Mageti itu dari wilayah lah, sebenarnya karena wilayah Magetian, Magetan (Keris Magetan) dan orang-orang gampang mengingatnya Magetian.” (A Rudy Hertanto)

INDEX