“Hari ini kita mengagendakan surat masuk yang dari temen-temen Aliansi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) untuk suatu masalah yang pada intinya ke depannya ini temen-temen ingin merasakan suatu perbaikan di Rumah Sakit (RS),” demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Katino (akrab disapa Mas Tino) usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Kota Kediri membahas terkait SOP (Standart Operasional Prosedur) Rumah Sakit di Kota Kediri, Senin (13/12/2021). Foto : A Rudy Hertanto
Rapat berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Kediri berlokasi di Jalan Mayor Bismo, hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, dr. Fauzan Adima, Direktur RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri, dr. Zainul Arifin dan Kuasa Hukumnya, Masbuhin, Aliansi LSM, Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kompol Abraham Sisik serta pihak terkait lainnya.
Mas Tino mengatakan, “Nah ini akhirnya sudah terjawab dan pada hari ini semuanya sudah clear tidak ada masalah di kemudian hari dan semuanya bisa saling menerima ini untuk kemajuan rumah sakit di Kota Kediri.”
“Intinya dari pihak temen-temen aliansi ini supaya ke depannya ada suatu perbaikan kalau memang disitu kemarin ada suatu kesalahan dan temen-temen juga ada yang salah kita saling mengingatkan,” sambungnya.
dr. Fauzan menuturkan, “Terima kasih saya ucapkan dari temen-temen Aliansi LSM yang sudah menjadi kontrol masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kota Kediri dan juga saya ucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Muhammadiyah yang bersedia untuk membuka ruang terhadap koreksi dari masyarakat bahwa semuanya tujuannya adalah baik, saling mengingatkan.”
dr. Fauzan menyebut hal ini istilahnya adalah “Fastabiqul Khoirot” yang artinya berlomba-lomba untuk kebaikan dan saling mengingatkan. “Mudah-mudahan kejadian ini tidak terjadi lagi dan kedua belah pihak, baik Aliansi LSM, dari Muhammadiyah juga dari dinas kesehatan saling mengoreksi untuk perbaikan pelayanan kesehatan di Kota Kediri,” urainya.
Langkah lebih lanjutnya dr. Fauzan menjelaskan, “Rekomendasi akan difasilitasi dinas kesehatan kita akan duduk bersama lagi, dari LSM, dari Muhammadiyah, dari dinas kesehatan semua mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, jadi sekali lagi tidak ada salah benar tetapi hanya miskomunikasi, nanti kalau ini sudah terselesaikan Insya Allah rekomendasi ke belakang sudah tidak ada apa-apa,” terangnya.
Pada pokoknya dr. Zainul menyampaikan, pihaknya mensupport masyarakat Kediri berkaitan pelayanan kesehatan, baik itu masyarakat kota maupun kabupaten, tentunya meningkatkan kinerja, “Pasti, karena kita juga berpedoman kepada mutu ya, akreditasi pasti itu,” jelasnya.
Tomi Ari Wibowo, Ketua Umum Ikatan Pemuda Kediri (IPK) menegaskan, “Terima kasih tadi telah difasilitasi dewan dengan RDP, jadi kita tadi intinya kalau emang ada kesalahan misalnya management apa, segera diakui terus diselesaikan mereka. Kita hanya minta tidak terjadi lagi di kemudian hari, seperti itu, sebenarnya itu saja simple tadi.”
“Tadi sudah disepakati, nanti akan difasilitasi oleh dinas kesehatan,” imbuhnya, mengenai kapan pertemuan tersebut dilakukan, Tomi menunggu informasi dari dinas kesehatan. (A Rudy Hertanto)
