Vaksin Aman dan Halal, Saya Berani Imunisasi, Lindungi Diri, Lindungi Negeri, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kota Kediri menerima suntikan Vaksin Covid-19 tahap kedua di Balai Kota Kediri, Rabu (10/2/2021). Foto : A Rudy Hertanto
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar (Mas Abu), Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Kajari Kota Kediri Sofyan Selle.
Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil (akrab disapa Gus Ab), Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima, Ketua Ikatan Dokter (IDI) Kota Kediri dr. Edy Supriyanto secara bergantian mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19 dosis kedua.
Seperti vaksinasi tahap pertama alias dosis kesatu yakni empat belas hari sebelumnya tepatnya Rabu (27/1/2021) lalu, penerima vaksin wajib melalui pemeriksaan medis awal (skrining), apabila dinyatakan memenuhi syarat dan sehat maka baru disuntik Vaksin Covid-19.
Setelah disuntik, penerima vaksin harus menunggu sekitar 30 menit untuk observasi guna mengetahui ada tidaknya gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Hasilnya, vaksinasi kedua diikuti Forkopimda ini terlaksana lancar, Mas Abu mengatakan, vaksinasi kedua ini serupa dengan vaksinasi pertama yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes).
“Kurang lebih ada 4328, nah ini kan 99,01 persen lah kira-kira ya, nah sisanya itu adalah ada yang punya komorbid dan yang lain-lain, jadi nanti ini selama 5 hari ada kurang lebih 4200 an orang yang akan divaksin untuk tahap kedua ini,” ungkapnya.
“Jadi sementara ya itu baru nanti menyusul minggu depan, ya setelah itu yang TNI Polri itu sama Satpol PP itu, jadi sekarang lagi collect data kita lagi mendata dari Dinas Kesehatan,” sambungnya.
Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno menyebutkan, vaksinasi ini memberikan perlindungan bagi tubuh kita, “Kepada seluruh masyarakat Kota Kediri untuk tidak ragu menerima vaksin yang telah disiapkan oleh pemerintah yang sama-sama kita dukung kemudian jangan percaya isu-isu yang tidak jelas atau pun hoax,” urainya.
AKBP Eko Prasetyo menjelaskan, selama 30 menit di dalam observasi, semua juga dalam keadaan sehat, tidak ada gejala atau apapun, ini merupakan program dari pemerintah dalam aspek kuratifnya untuk menekan angka penyebaran covid terutama yang ada di Kota Kediri ini.
“Kita juga menghimbau kepada masyarakat walaupun nanti ke depan, vaksin ini juga akan sampai ke masyarakat, sambil menunggu vaksin ini sampai ke masyarakat kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah maupun peraturan perwali yang sudah ada,” tuturnya.
“Karena dengan itulah salah satu untuk menekan angka penyebaran covid selain dari aspek kuratif dalam hal ini pelaksanaan vaksin,” jelas AKBP Eko.
Sofyan Selle menerangkan, “Atas vaksin ini saya merasa tidak ada apa-apa, untuk itu saya berharap masyarakat mendukung ya dan mengawal vaksinasi di Kota Kediri dalam rangka memutus penyebaran Covid-19.”
Gus Ab menambahkan, “Mentaati aturan pemerintah, mengikuti protokol kesehatan, mensukseskan PPKM Mikro, ini bagian daripada menjalankan agama, yang itu ada tuntunan dan ajaran di dalam agama.”
“Oleh karenanya bilamana masyarakat semuanya mengikuti aturan pemerintah berarti akan mendapatkan manfaat dua yakni sebagai warga yang tertib dan yang kedua sebagai pemeluk agama yang taat,” imbuhnya. (A Rudy Hertanto)
