Akibat banyaknya aktivitas lalu lalang sejumlah truk galian C di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri semakin berdampak. (Foto:dun)
Selain kuat diduga mengakibatkan usaha krupuk milik warga setempat tercemar, kini giliran warga yang mulai terserang penyakit batuk.
Galian C yang diketahui sudah berlangsung sekitar setahun itu ditenggarai mengakibatkan polusi debu hingga mencemari lingkungan.
Setiap hari warga dipaksa harus menghirup udara yang kotor karena mengandung debu. Sehingga, sebagian warga mayoritas anak-anak sering terserang penyakit batuk dan flu.
Keterangan diperoleh, “Akibat galian C ini masyarakat yang berlokasi dipinggir jalan semakin resah. Terutama, mereka yang menjemur kerupuk menjadi rusak dan tercemar debu,” kata Baim, salah seorang perangkat Desa Bulusari, Senin (17/4/2017).
Informasi dihimpun menyebutkan, bahwa pihak pemerintah Desa Bulusari sebenarnya sudah memanggil pengusaha tambang galian C di desa setempat. Namun belum ada penyelesaian yang memadai.
Sebab, pengusaha akhirnya hanya memberikan dana kompensasi senilai Rp 80-90 ribu setiap bulan untuk satu kepala keluarga (KK) yang dilalui kendaraan truk.
“Desa pernah memanggil pengusaha tambang dan menegurnya. Hasilnya, warga hanya diberi kompensasi uang nilainya kecil. Dibanding dengan penyakit yang diderita warga sangat tidak sebanding,” ucap Baim.
Sebelumnya, para perajin kerupuk pok di sentra produksi kerupuk khas Kediri Desa Bulusari resah. Penyebabnya, produk krupuk mereka tercemar polusi debu dari truk pengangkut material batu dan tanah.
Material tersebut diangkut dari kawasan tambang galian C di Dusun Bulusari Selatan untuk dibawa ke proyek pembangunan Jalan Tol Kertosono – Solo. (dun)
