Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengusulkan lingkar Wilis menjadi proyek pengembangan wisata nasional. Dalam pengembangan wisata tersebut saat Pemprov Jatim telah menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) dan daerah Lingkar Wilis dimasukan kawasan strategis pariwisata provinsi.(foto:dun)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim Jarianto, Kawasan Wilis jangan hanya menjadi prioritas provinsi, namun harus menjadi prioritas kawasan wisata nasional, sehingga bisa menjadi kawasan wisata andalan di Jawa Timur.
“Untuk Lingkar Wilis, kita mendorong Kabupaten/Kota maupun Provinsi agar obyek ini kelak menjadi obyek wisata andalan nasional. Dan itu harus ada sinkronisasi program kesinambungan antara 6 Kabupaten yang tercakup dalam Lingkar Wilis dengan Provinsi,” kata Jarianto saat mengunjungi seminar wisata agro di Hotel Insumo kemarin.
Dia menjelaskan saat ini provinsi Jawa Timur telah menyusun RIPP dalam waktu 20 hingga 25 tahun ke depan. Selain itu 6 daerah yang berada di Lingkar Wilis yakni Kabupaten Trenggalek, Kediri, Madiun, Ponorogo, Tulungagung dan Nganjuk masuk prioritas kawasan strategis Pariwisata Provinsi.
“Untuk target realisasi, kita belum bisa. Namun FS sudah ada oleh kementerian PU PR, dan tahun ini kita dorong untuk DED-nya. Nanti kalo sudah ada pasti langsung bisa jalan, harapan kita lebih cepat, karena Jatim sudah memasukan Lingkar Wilis dalam kawasan strategis wisata,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan dalam menyambut program pengembangan pariwisata nasional di Lingkar Wilis yang diusulkan Provinsi Jatim ini pihaknya akan memaksimal potensi Kota Kediri sebagai Kota Kediri The Service city.
“Kalau untuk Kota Kediri, kita akan mengembangkan jasa pelayanan seperti perhotelan, kuliner, souvenir, jasa wisata. Karena ini peluang besar bagi masyarakat kota kediri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya. (dun)
