Search

Pameran Seni “Timur Liar” Batch 8 Kediri

Pameran Seni “Timur Liar” Batch 8 Kediri

Pameran Seni Timur Liar adalah kegiatan yang di inisiasi oleh “Serbuk Kayu” bersama komunitas lain di 10 kota yang berada di Jawa Timur yaitu (Kolega Warna, Darjoclup, Banyu Genuk, Kuas Patis, Tanjung Market, Kolekjos, Taman Langit, Sektor Kotor, Villa Art Space, Tubgraff, dan Sara), demikian dikabarkan, Selasa (12/3/2019). (Foto : Timur Liar)

Kegiatan ini dibuat dengan semangat untuk membuat sebuah kegiatan yang dapat dijadikan ajang untuk saling bertemu, berkumpul, dan berjejaring dalam kegiatan yang edukatif serta membangun pemahaman mengenai pola seni.

Bertajuk “Folk” dari bahasa Inggris yang memiliki arti “orang-orang”. Hal yang ingin di bicarakan dalam kegiatan pameran ini adalah bagaimana seniman mengamati perubahan yang ada dan sedang terjadi di sekitarnya.

Entah pergeseran menuju sesuatu yang baik, atau malah menjadi menakutkan. Pembacaan pergeseran perilaku manusia dalam sebuah lingkup wilayah menjadi hal yang menarik dilakukan, agar orang yang tinggal dalam wilayah tersebut dapat berubah ke arah yang baik.

Kegiatan berlangsung di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Jl.Adi Sucipto 15 B Banjaran Kota Kediri.

Di sekretariat ini pula Timur Liar bekerjasama dengan AJI mengadakan Jamming Mural dengan tema “Millenial Anti Hoax” untuk menggugah kesadaran bersama mengatasi fenomena informasi palsu (hoaks) yang belakangan ini marak.

Bagaimana bentuk kegiatannya? Dimulai dari selasa, tanggal 1 Februari adalah hari dimana para seniman memulai berproses Timur Liar secara serentak. Dilakukan dalam satu bulan penuh itu adalah, 1. Dengan mengamati orang-orang sekitar, 2. Membuat temuan terkait perubahan tingkah laku, sikap, permasalahan dan lain-lain, 3 Diwujudkan melalui karya seni dengan media apa saja seperti kertas, kanvas, tembok, atau hanya sebuah catatan.

Sedangkan Batch Kediri memiliki bahasan tentang DINAMIKA MASYRAKAT KEDIRI. Pameran ini bertempat di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen Kediri, para seniman yang berjumlah 11 perupa muda berbakat menghasilkan 40 karya seni rupa 2 dimensi dengan berbagai media seperti dari kertas, kanvas, plastik, hingga plat. Pameran dilaksanakan dengan durasi 1 minggu, dari tanggal 6 Maret hingga 13 Maret 2019.

Selain berpameran ada kegiatan kreatif lain di setiap harinya, yaitu hari pertama pembukaan dan performance musik biola dari Mbah War kolaborasi dengan Pras membawakan saxophone. Hari kedua ada workshop water colour dari salah satu seniman yaitu Dodoth, hari kedua workshop drawing dari Dandy.

Hari ketiga ada workshop Terrarium dari Alfi. Hari keempat ada diskusi bareng mahasiswa, hari kelima ada Life Graffiti Jamming, hari keenam ada Life Mural Jamming, dan hari terakhir penutupan.

Mereka semua membahas tentang keresahaan dan kekaguman yang dialaminya selama proses berkarya 1 bulan penuh. Entah Dari segi politik, segi pembangunan, segi sejarah ataupun dari segi agama.

Begitu banyak dinamika masyarakat yang terjadi di kota Kediri Mungkin karena adanya degradasi tatakrama dan perubahan pola pikir juga terjadi, terlihat kebanyakan masyarakat mayor Kediri menjadi tidak mementingkan keperluan masyarakat minor lain hanya pukul rata asal beres. berbagai dinamika inilah yang menjadi bahasan utama dalam pengeksekusian karya di pameran kali ini.

“Timur Liar” akan menjadi jembatan sebagai penghubung ekspresi seniman-seniman muda yang berpotensi di Kediri dengan para masyarakat milenial yang jarang memperhatikan hiruk pikuk Kota Kediri dewasa ini. (Timur Liar) (A Rudy Hertanto)

INDEX