Search

Tak Sembarang Bambu, Bakal Tusuk Sate Dijemur Agar Tak Ada Jamur

Tak Sembarang Bambu, Bakal Tusuk Sate Dijemur Agar Tak Ada Jamur

Sutriman (75), perajin tusuk sate Sumber Asri berlokasi di gang Sumber lingkungan Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri sedang memotong bambu untuk kemudian dijadikan tusuk sate. Lingkungan dadapan, selama ini memang dikenal merupakan sentra industri tusuk sate. Senin (23/01/2017) | Foto : red

Dalam kegiatan usahanya itu, Sutriman mengungkapkan, tak sembarang bambu dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tusuk sate, untuk itulah Sutriman lebih memilih menggunakan bambu jawa sebagai bahan baku, selain lebih kuat, kencang dan tajam, bambu jawa tidak memberikan banyak pengaruh rasa terhadap makanan, sehingga kualitas makanan pun dapat terjaga.

Proses pengerjaannya, bambu yang telah tersedia dipotong terlebih dahulu dengan ukuran tertentu, umumnya panjang mencapai sekitar 23 centimeter, kemudian dibelah menjadi beberapa bagian, dilanjutkan dengan proses pengeringan selanjutnya diruncingkan satu bagian ujungnya, dihaluskan hingga akhirnya siap dijual.

Menurut penuturan Sutriman, proses pengeringan sangat penting, hal itu dilakukan mengingat digunakan untuk makanan, bilah bilah bambu bakal tusuk sate itu dijemur dibawah sinar matahari, agar kering dan tidak ada jamur, apabila cuaca hujan, pengeringan dilakukan dengan menggunakan oven tradisional.

Dari proses tradisional itu, tusuk sate produksi Sutriman sangat diminati pasar, sehari mampu dihasilkan sekitar 3000 hingga 4000 tusuk, jika ramai pesanan jumlah tersebut bisa bertambah dan dikerjakan lembur hingga malam.

Pelanggannya tak hanya dari Kediri, Nganjuk dan Madiun tapi juga sampai ke luar pulau yakni Aceh, sedangkan harganya saat ini untuk satu ikat tusuk sate (berisi 500 tusuk) berkisar 7500 rupiah. | red

INDEX