Search

Dinkes Kota Kediri : Ayo Cegah Kanker Dengan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini (adv)

Dinkes Kota Kediri : Ayo Cegah Kanker Dengan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini (adv)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Kediri, Dr. H. Fauzan Adhima, M. Kes ketika membuka secara resmi kegiatan Seminar Populer Kesehatan, Kanker Serviks dan Payudara, Sabtu (21/4/2018). (Foto : A Rudy Hertanto)


Dari kiri ke kanan, Dr. H. Rizal Amin – Plt Sekretaris Dinkes Kota Kediri, Dr. Donni irawan, SpOG, M. Kes – Narasumber, Dr. H. Fauzan Adhima, M. Kes – Kepala Dinkes Kota Kediri, Dr. H. Agus Ali Fauzi, Pall PGD (ECU) – Narasumber, Alfan Sugiyanto, S. KM – Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular – Kesehatan Jiwa ( P2PTM Keswa) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Kediri. (Foto : A Rudy Hertanto)

SEMINAR POPULER KESEHATAN, KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA

Penderita kanker serviks dan payudara dari tahun ke tahun diketahui memiliki kecenderungan meningkat, demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Kediri, Dr. H. Fauzan Adhima, M. Kes dihadapan sekitar 320 peserta Seminar Populer Kesehatan, Kanker Serviks dan Payudara, yang digelar Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular – Kesehatan Jiwa ( P2PTM Keswa), Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Kediri , Sabtu (21/4/2018).

Berlangsung di Hotel Lotus Garden, Kota Kediri, peserta seminar mayoritas kaum perempuan itu terdiri dari berbagai pihak diantaranya, Ibu-ibu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Tim Penggerak PKK, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Kediri, guru dan siswa SMA/SMK se Kota Kediri, institusi pendidikan kesehatan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Organisasi Wanita, Organisasi Profesi Kesehatan se-Kota Kediri, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kesehatan, UPTD Puskesmas se Kota Kediri dan kader kesehatan juga Posbindu PTM serta masyarakat umum.

Mengusung paparan pencegahan dan pengenalan kanker dengan pola hidup sehat sejak dini, dengan materi tentang kanker, tanda dan gejala serta deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara serta perawatan paliatif kanker serviks dan payudara.

Dalam kesempatan ini, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular – Kesehatan Jiwa ( P2PTM Keswa) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Kediri menghadirkan dua narasumber (pembicara) yakni dr.Donny Irawan, Sp.OG, M.Kes dari RSUD Gambiran Kota Kediri dan Dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD, Pall Med (ECU) dari RSUD Dr.Soetamo Surabaya dan juga dihadiri sekitar 10 orang survivor (penderita kanker dan keluarganya) untuk memberikan testimony, semangat, berbagi informasi dan pengalaman.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kanker payudara dan serviks, tanda dan gejala serta pencegahannya. Meningkatkan pengetahuan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat sejak dini untuk mencegah kanker payudara dan serviks. Meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat luas mengenai bahaya kanker dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengobatan kanker yang telah dibuktikan.

Seperti disampaikan Fauzan Adhima, dengan adanya kegiatan ini diharapkan supaya kaum perempuan tidak terkena kanker serviks dan jika terkena bagaimana deteksi awalnya, sehingga dapat sedini mungkin ditemukan dan bisa diobati dan sembuh, tidak sampai pada temuan stadium lanjut.

“Mari kita galakkan untuk mencegah dan menemukan sedini mungkin untuk kasus-kasus kanker serviks maupuan payudara,” kata Fauzan. Lebih lanjut Fauzan juga mengungkapkan, menurut data untuk serviks atau kanker leher rahim ini 43% bisa dicegah, salah satu pencegahannya yakni dengan pemeriksaan pap smear.

Data Dinkes Kota kediri menyebutkan, transisi epidemiologi penyakit yang dipengaruhi oleh keadaan demografi, social, ekonomi dan social budaya mengakibatkan penyakit kanker menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Kenker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel-sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak atau tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas. Kanker dapat menimpa semua orang , pada setiap bagian tubuh dan pada semua golongan umur namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun lebih.

Saat ini ada 8,2 juta manusia meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Angka penderita ini diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan mencapai 23,6 juta kasus baru per tahun 2030 (GLOBOCAN, 2012). Empat jutanya meninggal premature ( berusia 30 sampai 69 tahun). Kanker membunuh lebih banyak dari pada AIDS, Malaria dan TBC. Bahkan bila ketiganya digabungkan menjadi satu. 70% pasien kanker ada di negara berkembang.

Salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan kanker di Indonesia adalah dengan menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda dan menghindari factor-faktor penyebab kanker, karena sebanyak 43% dari seluruh kasus kanker dapat dicegah. Sedangkan 30% dari kasus dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati pada keadaan dini. Jumlah pasien kanker akan meningkat drastis bila kita tidak berbuat apapun untuk upaya pencegahan.

Meskipun penyebab kanker secara pasti belum diketahui, setiap orang dapat melakukan upaya pencegahan dengan cara hidup sehat dan menghindari factor resiko penyebab, diantaranya, 1. Mengurangi makanan berlemak. 2. Lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat. 3. Lebih banyak makan sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan. 4. Lebih banyak makan makanan segar. 5. Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu. 6. Tidak mengkonsumsi tembakau dan alcohol. 7. Mengurangi bahan pemicu kanker. (A Rudy Hertanto) (Advertorial)

INDEX