Optimalisasi SLIK
Sejak 2 Januari 2018 yang lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan aplikasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Penggunaan SLIK merupakan pengganti Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia (BI), yang biasa dikenal BI Checking. Dengan adanya SLIK, Bank sudah tidak melayani kegiatan SID. (Foto : A Rudy Hertanto)
Tujuan penggunaan SLIK untuk memperluas askses terhadap Informasi CalonDebitur atau Debitur yang sudah ada. Dengan adanya SLIK, tidak hanya bank dan lembaga pembiayaan yang memiliki akses, namun industri keuangan non bank juga dapat mengakses SLIK.
“Bagi Lembaga Keuangan Mikro, Peer to peer lending, serta lembaga lain di luar LJK seperti Koperasi Simpan Pinjam dapat menjadi pelapor SLIK apabila telah memenuhi syarat dan mendapat persetujuan oleh OJK,” kata Slamet Wibowo, Kepala OJK Kediri dalam acara Media Update Maret 2018, Jumat (23/2/2018).
“Kami berharap dengan adanya aplikasi SLIK ini, angka kredit atau pembiayaan bermasalah diharapkan bisa diminimalkan,” imbuh Slamet Wibowo.
Permintaan informasi SLIK oleh masyarakat dapat dilayani di Kantor OJK Kediri mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Sampai dengan tanggal 20 Februari 2018 yang lalu, OJK Kediri telah melayani debitur sebanyak 170 orang. “Masyarakat yang membutuhkan informasi debitur tersebut, bisa datang ke OJK Kediri dengan membawa KTP asli dan mengisi surat permohonan yang telah disediakan,” sambung Slamet Wibowo.
Jumlah Pengaduan Nasabah di OJK Kediri, terkait dengan peran OJK yaitu melakukan edukasi dan perlindungan konsumen, Slamet Wibowo, Kepala OJK Kediri juga menyampaikan selama tahun 2017,OJK Kediri telah melakukan edukasi di sekolah-sekolah dan perkumpulan yang terletak di Kediri dan sekitarnya.
Sedangkan jumlah pengaduan selama 2017 yang disampaikan kepada OJK Kediri sebanyak 87 pengaduan. Pengaduan terbanyak berasal dari industri perbankan diikuti berikutnya oleh industri pembiayaan. Jumlah tersebut lebih banyak dari pengaduan selama tahun 2016 yang hanya sebanyak 62 pengaduan. (Siaran Pers – Otoritas Jasa Keuangan Kediri)
