Tim Penilai Lapang Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) Madya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengunjungi Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Jumat (14/7/2023). Foto : A Rudy Hertanto
Kepala Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Adi Sutrisno mengatakan, tahun 2022 Kelurahan Burengan ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur menjadi Kelurahan Berseri Pratama.
“Kemudian tahun ini naik ke Madya sehingga untuk persiapan ya kami tinggal menambah satu bank sampah lagi yakni di RW 1 RT 2 dan 3 ini sudah fix sehingga kami hari ini diverifikasi untuk Berseri Madya,” ujarnya.
Adi menuturkan, “Ini sebagai pemanasan untuk lomba LBS PHBS tahun 2024 karena kami ditunjuk mewakili Kota Kediri mengikuti lomba LBS PHBS di tingkat Jawa Timur.”
“Sehingga Berseri Madya ini sangat mendukung untuk persiapan menuju ke LBS PHBS dan juga Insya Allah nanti di bulan Agustus kami mewakili Kota Kediri di kampung iklim atau proklim dari Kementerian LHK,” lanjutnya.
“Persiapannya kami merangkul bank sampah dan LKK yang ada di Kelurahan Burengan untuk semua menyengkuyung, membantu dalam menyukseskan berbagai kegiatan atau lomba yang akan datang,” imbuh Adi.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup, Provinsi Jawa Timur, Teguh Prayitno sekaligus Ketua Tim menjelaskan, kunjungan tersebut dalam rangka verifikasi lapangan terhadap Program Desa Kelurahan Berseri yang ada di Jawa Timur.
Program Desa Kelurahan Berseri ini merupakan inovasi Gubernur Jawa Timur, “Tujuannya adalah kita melakukan pembinaan arahan pada aparat desa dan masyarakat supaya semuanya peduli akan lingkungan sehingga lingkungan menjadi bersih hijau dan lestari,” kata Teguh.
Mengenai penilaian Teguh menyebutkan, “Ada dari aspek kepemimpinan itu lurahnya, aparatnya, kader lingkungannya ada juga dari kelembagaannya, ada nggak lembaga-lembaga yang terkait dengan lingkungan.”
“Paling penting adalah pengelolaan sampah itu nilai yang paling tinggi,” jelasnya, juga diversifikasi air, misalkan tadah hujan dipakai kincir air, aliran air dijadikan listrik untuk energi. (A Rudy Hertanto)





