Search

Penemuan Jasad Perempuan di Bendungan Waru Turi Kediri

Penemuan Jasad Perempuan di Bendungan Waru Turi Kediri

Petugas menggunakan kantong jenazah (warna orange) saat evakuasi penemuan jasad korban di Bendungan Waru Turi Kediri. Foto : A Rudy Hertanto

Area Bendungan Waru Turi sisi timur di wilayah Desa Gampeng Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri digemparkan penemuan sesosok jasad terapung di pinggir Sungai Brantas, Senin (5/10/2020) siang.

Kapolsek Gampengrejo Polres Kediri AKP Saiful Alam menyampaikan, berdasarkan data laporan yang ada, dugaan sementara identitas jasad korban yakni berinisial SUM (57) perempuan warga Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Windoko, Komandan Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri usai proses evakuasi mengungkapkan, sebelumnya pihaknya mendapat info dari BPBD Kota Kediri atas temuan tersebut.

“Dikarenakan ada salah satu warga kota yang hanyut di sungai dan kami tim langsung menuju lokasi saya lihat kondisinya, ada disaksikan pihak keluarga juga ada pihak dari Babinsa bahwa benar-benar warga kota yang hilang itu,” katanya.

Windoko menuturkan, proses evakuasi dilakukan secara protokol kesehatan sebab diduga kuat korban memiliki riwayat pernah menderita covid-19.

“Kita evakuasi secara benar, tadi temen-temen juga pakai pelindung tangan juga pakai masker juga artinya saat evakuasi tetap kami lakukan sesuai protokol covid,” urainya.

Saat ditemukan sebagian jasad korban sudah dalam kondisi melepuh, karena diperkirakan telah hanyut selama empat hari.

“Kondisi fisik dikarenakan sudah empat hari dikarenakan banyak anggota tubuh yang sudah mungkin agak melepuh sedikit ada bengkak-bengkaknya,” lanjut Windoko.

Mohammad Aspan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri mengatakan, korban ditemukan di luar Kota Kediri, maka koodinasi dengan BPBD Kabupaten Kediri dilakukan untuk proses evakuasi agar jasad tak hanyut lagi terbawa arus sungai.

Aspan menerangkan, informasi dari kelurahan, korban telah meninggalkan rumah beberapa hari lalu, “Kira-kira sekitar empat hari, informasi yang kita dapat sekitar hari Rabu kemarin, jadi sudah empat hari lebih.”

“Kepergiannya (korban) kemarin memang nggak diketahui oleh keluarga, jadi sehingga pada saat ada kejadian orang hilang ini, kebetulan ada keluarganya itu putranya yang hadir itu juga pak rt, itu merasa mengetahui itu bahwa keluarganya 90 persen sehingga tadi BPBD mendapat laporan sekitar jam 13 seperempat,” sambungnya.

Aspan menjelaskan, “Memang almarhum ini pernah mengidap covid tapi sudah dinyatakan sembuh, hampir satu bulan sudah dinyatakan sembuh.”

Dugaan awal korban meninggal karena tenggelam di Sungai Brantas. Hingga berita ini ditayangkan, pasca evakuasi jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment