Search

Deklarasi Koalisi Pemenangan Bumbung Kosong Pilbup Kediri 2020

Deklarasi Koalisi Pemenangan Bumbung Kosong Pilbup Kediri 2020

Rahmat Mahmudi selaku Koordinator Relawan Pemenangan Bumbung Kosong (tengah, memegang mikrofon) saat deklarasi. Foto : A Rudy Hertanto

Berkaitan dengan adanya calon tunggal pada Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020, para relawan pemenangan bumbung kosong terdiri komunitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri menggelar deklarasi Koalisi Pemenangan Bumbung Kosong di Dusun Pelem Desa Maesan Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, Senin (28/9/2020) malam.

Rahmat Mahmudi selaku Koordinator Relawan Pemenangan Bumbung Kosong mengatakan, malam hari ini merupakan pertemuan kedua dari relawan-relawan pemenangan bumbung kosong atau pun kolom kosong.

“Saya katakan relawan-relawan karena relawan pemenangan bumbung kosong itu sebetulnya banyak sekali se Kabupaten ini, banyak komunitas-komunitas yang membuat kelompok-kelompok untuk berupaya nanti memenangkan bumbung kosong,” katanya.

“Kemarin sudah kita pertemuan pertama bersepakat untuk membentuk semacam koalisi, jadi kalau partai politik berkoalisi untuk mengusung sana, maka relawan ini berkoalisi untuk memenangkan bumbung kosong,” lanjutnya.

Rahmat mengungkapkan, “Kenapa kita harus bergerak untuk memenangkan bumbung kosong, alasan filosofisnya karena kita merasa bahwa demokrasi kita itu terciderai, rakyat itu punya hak untuk memilih, rakyat itu punya hak untuk mencalonkan pemimpin yang diinginkan tetapi itu semua diambil alih oleh partai politik dengan cara dia.”

Menurut pengamatan Rahmat, dulu ada 15 lebih nama bakal calon yang running daftar di berbagai partai politik tapi faktanya partai politik itu menyatu kepada satu nama yang sebetulnya tidak pernah running sejak awal di daerah di penjaringan itu.

“Sisi demokrasinya itu terciderai rakyat merasa seperti itu, harusnya partai politik itu mendengar aspirasi dari rakyat, wong partai politik itu gede karena rakyat kok tiba-tiba kemudian dia meninggalkan rakyat,” urainya, secara filosofis gerakan bumbung kosong ini adalah untuk menegakkan demokrasi yang terciderai.

“Partai politik itu dia memiliki tugas terutama adalah melakukan pembangunan politik satu diantaranya adalah memunculkan kader-kader pemimpin dari partai itu, tapi yang terjadi apa kegagalan, semua partai tidak mampu memunculkan calon dari kadernya, ini harus menjadi koreksi bagi partai politik itu,” tuturnya.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, pertemuan dan deklarasi ini untuk menyatukan konsolidasi di antara teman-teman relawan yang selama ini bergerak sendiri-sendiri.

“Kita ingin pergerakan dari relawan ini nanti menjadi menyatu, terkoordinir rapi menyusun target bersama berbagi tugas bersama, karena kita tahu kita sadar bahwa kalau kita tidak mengorganisir diri, memenangkan bumbung kosong ini bukan hal mudah, tetapi karena teman-teman memiliki tujuan yang sama, para relawan itu dan kemudian ada kesadaran untuk bisa berkoordinasi akhirnya ketemu lah,” jelasnya.

“Hari ini kita matangkan itu, paska ini kita akan membagi, membagi diri membentuk sekretariat bersama kemudian nanti membagi di dalam koordinator wilayah koordinator wilayah yang masing-masing mempunyai target-target,” imbuhnya.

“Semua relawan jika ingin kita berkoordinir dan kemudian menyatukan diri di dalam pergerakan kita monggo bergabung begitu ya, bisa jadi pada malam hari ini belum semua elemen relawan itu bergabung karena semua tentu butuh waktu, maka pertemuan ini bukan yang terakhir, konsolidasi-konsolidasi penguatan-penguatan diantara rekan-rekan relawan itu akan terus kita lakukan,” pungkas Rahmat. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment