Search

Guru Kurir SMPN 2 Papar Kediri Hadir Atasi Kesulitan Belajar Dari Rumah Peserta Didik

Guru Kurir SMPN 2 Papar Kediri Hadir Atasi Kesulitan Belajar Dari Rumah Peserta Didik

Wahyu Widyaningsih (kiri) Kepala Sekolah SMPN 2 Papar Kabupaten Kediri memantau suasana laboratorium komputer sekolah ketika peserta didik menjalani belajar dari rumah, Jumat (7/8/2020). Foto : A Rudy Hertanto

SMPN 2 Papar Kabupaten Kediri mengoptimalkan peran ‘Guru Kurir’ untuk mengatasi berbagai persoalan yang dialami para peserta didik selama menjalani pemberlakuan aktifitas Belajar Dari Rumah (BDR) pada masa pandemi virus corona alias covid-19.

Hal itu diungkapkan Wahyu Widyaningsih Kepala Sekolah SMPN 2 Papar, “Guru Kurir yang kami bentuk bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kesulitan siswa-siswi ketika BDR, seperti problem atau trouble jaringan dan sebagainya,” katanya, Jumat (7/8/2020).

Menurut Wahyu, setiap harinya para peserta didik mendapatkan porsi dua mata pelajaran (mapel), dimana keseluruhanya disampaikan melalui sejumlah aplikasi pada hp smartphone yang dapat diakses secara daring (dalam jaringan) yaitu internet.

Pola pembelajaran ini ternyata tidak lancar-lancar saja diikuti peserta didik, sebagian diantaranya mengalami kendala berarti, sehingga ada yang lambat hingga tidak memberikan respon sama sekali saat BDR berlangsung.

Pihaknya kemudian melakukan evaluasi internal menghadapi persoalan ini, sampai akhirnya muncul gagasan membentuk ‘Guru Kurir’ agar semangat belajar peserta didik tidak kendor dimasa pandemi ini.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, fungsi daripada Guru Kurir adalah memberikan pelayanan jemput bola berbasis luring (luar jaringan) dengan cara mendatangi rumah peserta didik yang terkendala saat BDR.

“Program Guru Kurir ini mulai berjalan sejak akhir Juli kemarin, selama dua minggu sekali Guru Kurir mendatangi rumah peserta didik yang terkendala, ke depan akan kami lakukan seminggu sekali,” urainya.

“Sementara ini kami bentuk ada sepuluh Guru Kurir, karena menyesuaikan dengan kebutuhan melihat jarak atau radius tempat tinggal peserta didik, kita layani by addresnya (sesuai alamat),” sambung Wahyu.

Mengenai materi pembelajaran, Wahyu menerangkan, setiap materi yang diberikan kepada peserta didik melalui online (berbentuk softcopy), pasti ada versi offlinenya, nah materi offlinenya (salinan) (berbentuk hardcopy) itulah yang dibawa Guru Kurir kemudian diberikan kepada peserta didik.

Begitu pun perihal laporan progres pembelajaran peserta didik bersangkutan diantar ke sekolah via Guru Kurir tersebut, sebab Guru Kurir tidak mengajar di rumah peserta didik.

“Karena Guru Kurir ini masih program baru, sampai sekarang kami terus melakukan evaluasi sekaligus menginventarisir berbagai kendala dalam proses BDR,” tutur Wahyu.

Kendati demikian Wahyu berharap untuk kepentingan monitoring aktifitas peserta didik selama pandemi ini, ada nomor alternatif selain nomor telepon peserta didik yang sudah disampaikan ke sekolah.

“Bisa nomor orang tua atau nomor saudara yang tinggal berdekatan dengan peserta didik, bila nomor yang satu sedang trouble atau error bisa menghubungi nomor satunya, jadi sekolah bisa kasih kabar (update) perkembangan terbaru yang terjadi,” pungkasnya. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment