Search

SMPN 1 Gurah Kediri Lakukan Dialog untuk Hadapi Kendala Daring

SMPN 1 Gurah Kediri Lakukan Dialog untuk Hadapi Kendala Daring

Pandemi virus corona alias covid-19 memaksa peserta didik tak bisa masuk sekolah, para siswa menerapkan metode belajar dari rumah, tak terkecuali di SMPN 1 Gurah di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Tahun ajaran 2020 ini karena adanya pandemi covid-19, aktifitas belajar mengajar secara tatap muka sengaja dihindari untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan pengajar dan pelajar.

Sebagai gantinya, kalangan pelajar mengikuti belajar jarak jauh dari rumah memanfaatkan aplikasi menggunakan internet atau dalam jaringan (daring)

Informasi dihimpun, Moh Fadeli selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gurah mengatakan, terkait sistem belajar daring setiap harinya pihaknya memberikan dua mata pembelajaran (mapel) kepada siswa melalui classroom, dipandu oleh guru pembimbingnya masing masing secara terjadwal, Selasa (28/7/2020).

Mapel pertama dilaksanakan pukul 07.30 dan selanjutnya 09.15 sampai 10.45 WIB, setelah pelajaran usai siswa bebas, dalam artian pulang yaitu tidak ada kegiatan untuk daring lagi.

Fadeli menuturkan, melengkapi materi tugas kepada siswa juga telah diberikan buku panduan paket daring dan luring (luar jaringan).

Ketika daring classroom via streaming, guru bisa langsung memberikan panduan pengerjaan tugas dan cara pengirimannya.

Fadeli menjelaskan, selama pembelajaran daring, ada kendala yakni siswa bersangkutan tak masuk, hal ini diketahui dari respon saat daring, bagi mereka yang tak merespon dipantau secara khusus dan pembinaan lanjutan.

Pihaknya memanggil siswa-siswi yang tak masuk (tak merespon) untuk dicermati apa yang menjadi masalahnya, kendala seperti ini tidak sampai 5 persen.

Rata-rata siswa SMPN 1 Gurah di rumahnya sudah ada handphone (hp), namun banyak juga yang beralasan hp dipakai kakaknya, alasan lainnya yang kini menjadi perhatian yakni pengerjaan tugas atau lebih dikenal pr seringkali dikerjakan di luar rumah pada malam hari di warung yang memiliki internet gratis (wifi).

Fadeli menambahkan, pada prinsipnya pembelajaran daring terlaksana lebih 80 persen. Kendati tatap muka masih belum diijinkan namun berbagai rencana telah dipersiapkan.

Yakni dengan jadwal kehadiran terbatas, semisal minggu pertama kelas 7 dengan maksimal 18 anak, minggu kedua kelas 8 dan seterusnya.

Menurut Fadeli, pembelajaran yang sudah terjadwal selama ini, baik guru hingga siswa sudah bisa menyesuaikan bahkan perkembangannya lebih baik daripada semester kemarin. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment