Search

Begini Perayaan Hari Jadi Kota Kediri 1141 di Masa Pandemi

Begini Perayaan Hari Jadi Kota Kediri 1141 di Masa Pandemi

Perayaan Hari Jadi Kota Kediri tahun ini ke 1141 dipastikan tak seperti tahun sebelumnya, sejumlah acara besar dihapus penyelenggaraannya karena memperhatikan masa pandemi virus corona alias covid-19, demikian dikabarkan Jumat (24/7/2020).

Melalui siaran pers, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menyatakan, rangkaian hari jadi yang dimulai dengan acara sema’an Al-Quran hingga pagelaran ritual Manusuk Sima dilakukan secara virtual.

Rangkain acara juga mencakup pegelaran musik virtual dan pameran UMKM virtual. Dalam rangkaian yang sama, Pemkot Kediri juga akan melaunching program IKM Go Digital.

“Kami berharap meskipun digelar secara sederhana, tidak mengurangi makna perayaan hari jadi tahun ini. Memang biasanya hari jadi banyak event yang digelar untuk hiburan masyarakat, tapi ditengah situasi pandemi covid-19 ini sangat tidak memungkinkan penyelenggaraan acara yang mengumpulkan orang banyak,” kata Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kamis (23/7).

“Kota Kediri ini kan kota tua, sudah berusia 1141 tahun per 27 Juli 2020. Sementara, di Kota Kediri anak-anak millennial atau kelahiran tahun 1981 keatas itu mencapai 60 persen. Maka perayaan hari jadi juga harus relevan dengan kondisi demografi ini. Dengan digelar secara virtual, mereka masih bisa terlibat, minimal bisa nonton melalui channel YouTube Harmoni TV,” lanjut Mas Abu, sapaan akrab walikota.

Tak ketinggalan Manusuk Sima, ritual yang setiap tahun digelar di Situs Kuwak, Taman Tirtayasa, Kota Kediri ini tetap akan digelar pada Senin, 27 Juli 2020.

Ritual sakral ini digelar dengan protokol kesehatan dengan melibatkan peserta tak lebih dari 40 orang dan digelar tanpa penonton, masyarakat bisa menyaksikan siaran langsung via YouTube.

“Manusuk Sima ini kan sudah tradisi tahunan, untuk menghormati leluhur para pendiri Kediri, kami tidak bisa menghapusnya dari rangkaian hari jadi. Bagaimanapun nilai-nilai yang terkandung dalam ritual Manusuk Sima ini menjadi pengingat atau tetenger bahwa ada masa ketika Kediri ditetapkan menjadi sebuah wilayah, yang berdiri dan tetap bertahan hingga sekarang, bahkan dari nama Kediri pun tetap kita pakai hingga saat ini,” tambah Nur Muhyar, Kepada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri.

“Sebagai ketua panitia hari jadi, saya berharap rangkaian acara ini berjalan dengan lancar dan tidak mengurangi makna perayaan hari jadi itu sendiri. Ya sesekali kita peringati hari jadi dengan sederhana, mengingat situasi pandemi yang tidak memungkinkan kita gelar secara besar-besaran,” tutup Nur Muhyar. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment