Search

Apel Gelar Pasukan Polres Kediri Kota Pengamanan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1441 H

➤ Informasi Pengunjung : 25
Apel Gelar Pasukan Polres Kediri Kota Pengamanan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Polres Kediri Kota melakukan Apel Gelar Pasukan (dengan penerapan physical distancing) penekanan pengamanan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H di masa pandemi covid-19 di Mako Polres Kediri Kota, Sabtu (23/5/2020). Foto : A Rudy Hertanto

“Sore hari ini kita melaksanakan kegiatan pengamanan masyarakat di mana sesuai dengan kesepakatan bersama untuk takbir keliling tahun ini ditiadakan sehingga kami melakukan penyekatan serta pengaturan arus lalin (lalu lintas) yang ada di Kota Kediri,” ungkap Kapolres Kediri Kota AKBP. Miko Indrayana.

Lebih lanjut AKBP. Miko menerangkan, dalam operasi pengamanan di wilayah hukum Polres Kediri Kota ini, ada sekitar 318 personil gabungan yang dilibatkan baik itu dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Penyekataan pada titik-titik yang diperkirakan akan terjadi arus masuk dari maupun berasal dari kabupaten lain,” tuturnya.

“Kita akan memberikan himbauan kepada warga masyarakat yang mungkin malam ini akan melaksanakan kegiatan takbir baik di rumah maupun di masjid-masjid karena kesepakatan kemarin disepakati bahwasanya untuk kegiatan takbir-takbir di masjid di mushola akan diikuti oleh maksimal 4 orang,” sambung AKBP. Miko.

AKBP. Miko berharap pelaksanaan Shalat Idul Fitri sesuai dengan kesepakatan bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Shalat Idul Fitri akan dilaksanakan di rumah masing-masing beserta dengan keluarga.

Tentunya petugas berwenang menjaga keamanan dan ketertiban daripada Kota Kediri ini, dalam rangka memberikan kenyamanan kepada masyarakat agar dapat melaksanakan ibadah dengan baik.

Selain itu, guna mengantisipasi gelombang pemudik yang saat ini ditenggarai masih terus berjalan, Polres Kediri Kota juga melakukan penjagaan dan pemantauan disejumlah titik perbatasan wilayah.

Beberapa diantaranya yakni di daerah Mojo yang berbatasan dengan Tulungagung, perbatasan dengan Kabupaten Kediri di sekitar Ngadiluwih serta di wilayah Kecamatan Tarokan.

“Seperti yang sudah kita lakukan, ada dua opsi yang pertama kita mengembalikan mereka ke daerah asal yang kedua kita memeriksa kesehatan dengan membawa para penumpang ke ruang observasi yang sudah ditentukan, dari situ pihak dari dinas kesehatan akan menentukan apakah mereka akan melakukan isolasi mandiri atau isolasi di tempat observasi tersebut,” pungkas AKBP. Miko. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment