Search

Warga Desa Ngebrak Kabupaten Kediri Menuntut Kejelasan Tanah Kas Desanya

➤ Informasi Pengunjung : 1089
Warga Desa Ngebrak Kabupaten Kediri Menuntut Kejelasan Tanah Kas Desanya

Sejumlah warga Desa Ngebrak Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri mendatangi kantor balai desa setempat menuntut kembalinya Tanah Kas Desa (TKD), Senin (18/5/2020). Foto : A Rudy Hertanto

Dengan pengawalan Polsek Gampengrejo Polres Kediri, puluhan warga ditemui Kepala Desa (Kades) Ngebrak Saeroji dan dilakukan pembahasan di ruang rapat balai desa.

Samsul Munir tokoh masyarakat setempat selaku juru bicara warga mengatakan, sepengetahuan warga TKD milik Desa Ngebrak sebagaimana dimaksud berada di wilayah Gempol Garut Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri seluas sekitar 700 ru saat ini telah dikuasai pihak lain.

Perkara ini pun dikabarkan telah masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri melalui Gugatan Perdata yang dilayangkan Saeroji selaku Pihak Penggugat melawan pihak Tergugat yakni Wiji Astuti.

“Kita itu ke sini kan menanyakan, tanah kas desa yang 97 itu telah dibelikan, uang desa itu dibelikan yang di Gempol Garut itu yang sekarang dikuasai itu sekarang ke mana tanahnya,” urai Munir.

Seperti diungkapkan Munir, “Jadi yang kita inginkan sebenarnya tanah kas desa yang dulu (tahun) 97 itu pakai uang desa dibelikan diantara tanah di Gempol Garut itu, yang 2015 ditarik atau di 2016 itu kemudian di kuasai Wiji Astuti, itu sampai hari ini itu kita tanyakan.”

“Setelah kita pahami kita lihat di PPJBnya di 97 itu pun uang desa yang dibelikan di Gempol Garut itu kan atas namanya Saeroji pribadi, artinya kalau Pak Saeroji mau Banding mau Kasasi kemudian mau PK atau mau ke mana lah, itu kan sebenarnya ga ada kaitannya dengan warga,” tuturnya.

Menurut Munir, status gugatan yang dilayangkan Saeroji melalui PN Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu sama sekali tak menyebutkan permasalahan tersebut milik Pemerintah Desa (Pemdes) Ngebrak.

“Warga mau tidak mau ya harus meminta pertanggung jawaban, siapa pun yang bertanggung jawab terkait pembelian itu sampai sekarang itu, hilang tanahnya atau uangnya sudah dibelikan tapi tanahnya ga ada otomatis uangnya sudah ga ada, ya kita mintanya itu silahkan dikembalikan itu saja,” jelas Munir menegaskan permintaan warga.

Bagus Suswanto, SH dan Wijono, SH selaku Kuasa Hukum Saeroji menyampaikan, hari ini Senin (18/5/2020) pihaknya telah menerima relaas pemberitahuan mempelajari berkas perkara (inzage) terkait tanah tersebut dari PN Kabupaten Kediri.

“Kita akan ikuti mekanismenya, kita akan inzage dulu nanti baru kita akan membuat sama tim untuk memori bandingnya,” kata Bagus mengaku akan segera menandatangani relaas untuk proses upaya banding dengan batas waktu empat belas hari setelah relaas ditandatangani.

Ketika disinggung hasil putusan PN Kabupaten Kediri, Bagus mengatakan, “Gugatan tidak diterima (ditolak) itu pertimbangan Majelis Hakim, itu kewenangan Majelis Hakim tapi menurut kami mestinya tidak demikian itu, makanya itu kami berupaya untuk upaya hukum banding karena banyak faktor-faktor dipersidangan, alat bukti dan saksi yang menjelaskan, bahwa sebenarnya obyek tersebut itu adalah miliknya Desa Ngebrak,” pungkasnya. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment