Search

PKL GOR Jayabaya Tersentuh Penertiban, Puluhan Bangunan Terbongkar

➤ Informasi Pengunjung : 247
PKL GOR Jayabaya Tersentuh Penertiban, Puluhan Bangunan Terbongkar

Sejumlah pemilik bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) di area GOR Jayabaya di wilayah Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto Kota Kediri sudah membongkar sendiri warungnya, Rabu (1/4/2020). Foto : A Rudy Hertanto

Pembongkaran itu menyusul terbitnya Surat Peringatan (SP) dari Satpol PP Kota Kediri tentang penertiban keberadaan warung yang berdiri tanpa ijin di atas aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terhadap PKL GOR Jayabaya.

SP Satpol PP Kota Kediri memperingatkan kepada PKL yang menempati warung semi permanen di kawasan Gor Joyoboyo untuk mengosongkan dan merobohkan sendiri lapak atau warung semi permanen di kawasan Gor Joyoboyo Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Kediri Yuni Widianto mengungkapkan, langkah penertiban ini merupakan kesimpulan hasil koordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkot Kediri.

“Sudah dilakukan beberapa kali rapat koordinasi yaitu sekitar tanggal 4 Desember 2019 di ruang khusus Pemerintah Kota Kediri kemudian hari Rabu tanggal 4 Februari 2020 juga di ruang khusus Pemerintah Kota Kediri kemudian hari Rabu tanggal 19 Februari 2020 di ruang pertemuan Kantor Satpol PP Kota Kediri,” katanya.

“Kemudian rapat koordinasi juga berupa sosialisasi yaitu di gedung pertemuan Kelurahan Banjarmlati itu pada hari Senin tanggal 9 Maret 2020 yang dihadiri oleh dari tokoh-tokoh masyarakat kemudian jajaran samping kemudian dari OPD yang terkait sama PKL dan paguyuban Anom Sari GOR Joyoboyo,” urai Yuni.

Seperti dikatakan Yuni, kurang lebih ada sekitar 60 PKL sebanyak 40 persennya diketahui berasal dari warga Kota Kediri dan sisanya didominasi asal Kabupaten Kediri, hingga sekarang sudah meluncur SP ketiga sesuai prosedur atau Standart Operasional Prosedur (SOP) Satpol PP Kota Kediri.

“Sebelum adanya penertiban kita sudah sosialisasi kemudian himbauan berupa pemasangan spanduk kemudian setelah itu surat peringatan satu peringatan dua kemudian peringatan ketiga, peringatan satu diluncurkan pada tanggal 17 Maret tahun 2020 kemudian surat peringatan kedua tanggal 24 Maret 2020 dan yang terakhir surat peringatan ketiga yaitu tanggal 31 Maret 2020,” beber Yuni.

Setelah melewati SP ketiga Satpol PP Kota Kediri akan menertibkan secara serentak semuanya sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Kediri nomor 17 tahun 2007 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, jadi dilarang mendirikan bangunan semi permanen dan permanen di aset milik pemerintah kota tanpa seizin pemerintah kota.

Yuni menjelaskan, bangunan-bangunan semi permanen warung-warung yang ada di GOR itu merupakan bangunan yang tidak berizin yang berada di atas aset pemerintah kota, menilik data yang masuk Kantor Satpol PP kemarin sudah melakukan penertiban berulang kali di sana yakni terkait adanya miras kemudian terkait dengan tindak tindak asusila dan ada beberapa yang indikasi digunakan untuk transaksi terkait dengan prostitusi.

Dari situ ada pengaduan dari warga kemudian pemerintah kota mengambil langkah melalui suatu rapat koordinasi kemudian baru ini melangkah ke arah SOP penertiban melalui peringatan-peringatan, memang belum terbongkar semuanya karena memang masih sedang berjalan ke peringatan ketiga.

“Ini rencananya ditata berada di sebelah barat itu yang di seperti halte PKL itu jadi sudah disiapkan, rencananya memang direlokasi ke sana tapi bersifat bukan bangunan jadi mungkin itu bongkar pasang seperti itu jadi setelah pakai dilepas semuanya jadi sifatnya mungkin tidak semi permanen seperti sekarang ini jadi cenderung ke arah murni ke PKL nya,” pungkas Yuni. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment