Search

Kota Kediri Terus Bergerak Melawan Covid-19

➤ Informasi Pengunjung : 77
Kota Kediri Terus Bergerak Melawan Covid-19

Tindakan pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona alias covid-19 terus terjadi di Kota Kediri, Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Kota Kediri beserta jajaran melakukan penyemprotan desinfektan di tempat ibadah, Selasa (24/3/2020). Foto : A Rudy Hertanto

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar (akrab disapa Mas Abu), Kapolres Kediri Kota AKBP. Miko Indrayana dan Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno memimpin langsung jalannya penyemprotan.

Gereja Getsemani di jalan Hasannudin Kota Kediri menjadi lokasi pertama yang dikunjungi, berlanjut ke Masjid Darunnajah di wilayah Kelurahan Bandar Kidul dan Pondok Pesantren Lirboyo di Kelurahan Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Mas Abu mengungkapkan, langkah ini merupakan masukan dari masyarakat, tadinya yang akan dilakukan penyemprotan adalah tempat dan fasilitas umum milik pemerintah karena masih banyak yang belum mendapatkan semprot desinfektan.

“Ada permintaan tempat peribadahan, selain tempat ibadah ini juga sementara untuk ditutup dulu maka kita semprot dan kita edukasi gereja, masjid dan tempat ibadah yang lainnya untuk melakukan secara rutin jadi tidak bisa sekali,” urai Mas Abu.

Nantinya pihak pemerintah akan memberikan cara membuat desinfektan sendiri, hal ini bertujuan untuk mengurangi atau meminimalisasi resiko penyebaran covid-19.

“Karena virus ini memang ya mungkin bisa, bisa melalui udara dan yang lain bisa dipegang melalui tangan, ini harus di semprot semuanya paling enggak ya steril dulu,” kata Mas Abu.

Lebih lanjut Mas Abu mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengeluarkan surat untuk tempat peribadahan, semuanya kegiatan-kegiatan seperti pengajian sementara stop dulu, supaya bisa minimalisasi resiko.

Mengenai desinfektan buatan sendiri, Mas Abu menjelaskan jika obat pel lantai bisa digunakan sebagai desinfektan, di cairkan satu banding sembilan, tutorial di youtube juga banyak yang bisa dipraktekkan.

Terpenting kita punya semprotannya, sementara memang semprotannya ini pemerintah daerah kekurangan, diharapkan pemilik-pemilik atau pengelola tempat peribadahan beli sendiri atau pinjam jemaahnya yang memiliki, semprotan bisa menggunakan model untuk pak tani atau semprotan burung.

“Virus ini bukan virus mainan, ini virus mematikan tapi nggak perlu khawatir kita bisa mencegah kalau kita bisa bersama-sama mencegahnya, saya harap pengertiannya dari seluruh masyarakat,” pungkas Mas Abu. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment