Search

Anggia Beberkan Jamu Indonesia Bisa Tangkal Virus Corona

Anggia Beberkan Jamu Indonesia Bisa Tangkal Virus Corona

Anggia Erma Rini, anggota DPR RI Komisi IX membidangi Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Kependudukan dari Fraksi PKB (paling kanan) saat memberikan sambutannya. Foto : A Rudy Hertanto

Sekitar 250 peserta didominasi kalangan muda generasi millenial mengikuti kegiatan penyebaran informasi terkait keamanan obat tradisional yang digelar Ketua Umum PP Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Anggia Erma Rini yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi IX membidangi Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Kependudukan dari Fraksi PKB, Jumat (13/3/2020).

Bertempat di gedung pertemuan Balai Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, kesempatan tersebut juga digunakan sebagai silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan kader di sekitar wilayah setempat.

Pemberian materi disampaikan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Surabaya I Made Bagus Gerametta serta turut melibatkan Dinas Kesehata Kabupaten Kediri melalui Kepala Seksi Kefarmasian, Makanan dan Minuman Nieken Dewi Pamikatsih.

Dalam beberapa materinya, obat tradisional merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau galenik atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

Aspek legal obat tradisional yakni harus terdaftar dan mencantumkan nomor pendaftaran pada label, secara empirik terbukti aman dan bermanfaat, bahan dan proses memenuhi syarat, tidak mengandung bahan kimia sintetik atau hasil isolasi yang berkhasiat obat serta penandaan berisi informasi yang lengkap, obyektif dan tidak menyesatkan.

Anggia Erma Rini mengatakan, pihaknya di Komisi IX DPR RI bekerjasama dengan BPOM dalam kegiatan ini menjadi bagian untuk memberikan informasi yang tepat dengan mitra yang tepat pula kepada masyarakat.

Menurut Anggia, kita ketahui bersama jika kita punya banyak bahan baku obat tradisional yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal, apalagi hal itu tidak begitu menjadi trend dikalangan remaja , oleh sebab itu jalannya acara sempat diwarnai pengenalan tentang obat tradisional.

Berbicara obat tradisional tentu tak bisa dilepaskan dari keberadaan jamu yang telah menjadi warisan budaya Bangsa Indonesia, jamu merupakan obat tradisional berbahan alami warisan budaya yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi untuk kesehatan, dimana usaha jamu racikan dan gendong tidak memerlukan izin.

Sejarah jamu dapat ditemukan pada dokumentasi tertua tentang jamu terdapat pada relief-relief Candi Borobudur, kitab yang berisi tentang tata cara pengobatan dan jenis-jenis obat tradisional, perumusan obat dari tanaman yang ditulis pada daun lontar (Lontar Usada Bali) dan pengetahuan tentang formulasi obat dari bahan alami yang telah dibukukan (Bab Kawruh Jampi Jawi, Keraton Surakarta – publikasi tahun 1858).

Permenkes No. 003 Tahun 2010 menyebutkan, jamu adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, seduaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telag digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Berdasarkan catatan WHO, sekitar 80 persen dari penduduk dibeberapa negara Asia dan Afrika menggunakan obat tradisional untuk mengatasi kesehatannya. Beberapa negara maju 70 persen hingga 80 persen dari masyarakatnya telah menggunakan beberapa bentuk pengobatan komplementer atau alternatif serta obat herbal.

Anggia juga mengajak kalangan millennial untuk penting dan perlunya melestarikan serta mengembangkan Jamu Indonesia, sebab dengan meminum jamu dapat menjaga kesehatan, Indonesia memiliki beragam tumbuhan obat, permintaan jamu yang terus meningkat, jamu sebagai sumber pendapatan dan minum jamu sebagai budaya.

Seperti dikatakan Anggia, kandungan yang terdapat pada Jamu Indonesia tentunya memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak memudahkan virus masuk, termasuk mencegah virus corona, terutama mengkonsumsi jamu yang mengandung curcuma. “Ketika kita sehat, virus nggak mudah masuk,” katanya. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment