Search

KPID Jatim : Yuk Cerdas Memilih Siaran Covid-19

➤ Informasi Pengunjung : 92
KPID Jatim : Yuk Cerdas Memilih Siaran Covid-19

Dari kiri ke kanan, Penyiar RRI Kediri Ayu Citra, Teknisi RRI Kediri Nuri, Komisioner Bidang Perizinan KPID Jatim Malik Setiawan dan Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jatim Amalia Rosyadi Putri berselfie bersama usai Dialog Interaktif bertema ‘Literasi Media’ di SP RRI Kediri, Sabtu (7/3/2020). Foto : Istimewa

Santernya berita hoax seputar Virus Corona (Covid-19) cenderung meresahkan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Jawa Timur (KPID Jatim).

Berdasarkan informasi dihimpun, KPID Jatim mengimbau masyarakat di seluruh daerah untuk cerdas dalam memilih konten pemberitaan tentang Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Provinsi Jatim, Amalia Rosyadi Putri ketika menjadi Narasumber pada Dialog Interaktif bertema ‘Literasi Media’ di SP RRI Kediri, di wilayah Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (7/3/2020).

Amalia mengungkapkan, akhir-akhir ini masyarakat seolah dibuat panik dengan adanya berita bohong atau hoax soal Virus Corona, padahal ada banyak media massa yang kompeten di Indonesia dan bisa dijadikan rujukan sebagai konten pemberitaan tentang penanganan Virus Corona.

Melalui program dialog yang diadakan di LPP RRI melalui SP RRI Kediri, diharapkan masyarakat Kediri dan sekitarnya bisa lebih memahami bagaimana sebaiknya menganalisa sebuah pemberitaan, khususnya siaran radio dan televisi yang menjadi ranah pengawasan KPID Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, dengan didampingi Komisioner Bidang Perizinan KPID Provinsi Jatim, Malik Setiawan, pihaknya juga menyampaikan pesan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terkait kebenaran informasi tentang data 65 orang warga Jatim yang telah diobservasi dan dipulangkan ke kampung halamannya.

Semua 65 warga Jatim ini sudah dinyatakan sehat dan tidak terpapar Virus Corona, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Malik Setiawan menuturkan, kedatangannya ke Kediri kali ini sekaligus untuk mengunjungi sejumlah radio yang menjadi rangkaian Giat Monitoring KPID Jatim dalam rangka menekan angka pelanggaran siaran.

Menurut Malik, berdasarkan pantauannya secara umum perkembangan konten siaran radio di Kediri sangat kompetitif, baik dari segi pemberitaan dan kualitas SDM penyiarnya mereka semuanya berkualitas.

Performa itu semoga bisa ditingkatkan lagi ke depannya, sehingga keberadaan media massa di Kediri makin bermanfaat terhadap publik.

Malik menambahkan, masyarakat untuk tidak segan melaporkan ke KPID Provinsi Jatim jika mengetahui ada tayangan atau siaran radio yang melanggar ketentuan.

Ada Formula S atau disebut Racun Siaran, untuk mengetahui sebuah siaran dimaksud masuk kategori melanggar ketentuan, yaitu ‘S’ untuk konten bernuansa ‘Saru’ alias menayangkan berita asusila. ‘S’ untuk SARA atau yang mengarah pada suku, agama, dan ras tertentu.

‘S’ untuk konten ‘Sadis’, dan ‘S’ untuk penayangan berita Sihir atau mistis. Jika ada program seperti ini, silakan laporkan melalui Hotline KPID Jatim, 0858 0499 8850 atau via alamat email: pengaduansiaranjatim@gmail.com

Tak hanya hoax yang berkaitan dengan Covid-19 yang perlu diwaspadai, tetapi juga hoax lainnya, termasuk berbagai informasi palsu dan sesat yang dikhawatirkan akan muncul pada pemilu kepala daerah serentak 2020 di 19 kabupeten/kota di Jatim, dimana Kabupaten Kediri merupakan daerah yang juga menggelar pesta demokrasi tersebut. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment