Search

Harapan Bupati Haryanti di Pembangunan Bandar Udara Kediri (adv)

➤ Informasi Pengunjung : 181
Harapan Bupati Haryanti di Pembangunan Bandar Udara Kediri (adv)

Dari kiri ke kanan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Menteri Sekretaris Kabinet Republik Indonesia (RI) Pramono Anung, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumaham Rakyat RI Mochamad Basuki Hadimuljono berfoto bersama usai rapat pembahasan Bandar Udara Kediri di Pendopo Pemerintah Kabupaten Kediri, Sabtu (15/2/2020). Foto : Dinas Kominfo Kabupaten Kediri

Rapat pembahasan rencana pembangunan bandara bersama Pemerintah Pusat (Seskab, Menhub dan MenPUPR) dan diikuti jajaran Forkopimda lainnya di Pendopo Kabupaten Kediri di timur Alun-alun Kota Kediri akhir pekan kemarin menghasilkan sejumlah point penting.

Diantaranya yakni pelaksanaan Ground Breaking pada April mendatang, tentunya dilakukan setelah tuntasnya proses pembebasan lahan yang mana tahapannya sekarang terus berjalan hingga akhir Februari ini.

Kemudian pembangunan Bandara Kediri dilakukan di lahan seluas 450 hektar (ha), rencananya landasan pacu bandara (runway) dibangun sepanjang 3.300 meter yang ditargetkan rampung dalam 2 tahun, demikian dihimpun dari release Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kediri.

Lebih lanjut, sekarang Bandara Kediri dalam tahap penetapan lokasi dan pematangan desain, bandara yang berada di Jawa Timur ini akan berfungsi sebagai bandara domestik, sementara untuk bandara Internasional tetap dilayani di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur.

Dengan keberadaan Bandara Kediri ke depan sangat diharapkan dapat mendorong peningkatan perekonomian, meningkatkan jumlah wisatawan, mempermudah masyarakat sekitar untuk bepergian hingga memberikan lapangan pekerjaan masyarakat di Kediri dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan bahwa tugas utama dari Pemkab Kediri adalah membantu dalam pembebasan lahan, “Sekarang tinggal 0.6 persen yang belum. Pembebasan berlaku hingga tanggal 31 Januari 2020, lebih dari itu akan diberlakukan konsinyasi,” kata Haryanti.

Seperti dikatakan Haryanti, hingga saat ini Pemkab Kediri masih memberikan waktu untuk mediasi bagi mereka yang belum mau membebaskan lahannya, meskipun batas waktu pembebasan lahan sampai 31 Januari 2020 dan jika lebih dari tanggal tersebut maka masuk tahapan konsinyasi.

Haryanti menghimbau agar mereka yang belum mau membebaskan lahannya untuk lebih baik mengikuti kebijakan pemerintah dari pada lahan mereka masuk tahap konsinyasi.

“Prosesnya terus kami komunikasikan kepada warga baik melalui Forkopimda dan staf ahli dari Kementerian bahwa deadline tanggal 31 Januari. Sisanya konsinyasi, dalam artian diserahkan BPN untuk dihitung, kemudian uang ganti lahannnya dititipkan ke Pengadilan Negeri,” terang Bupati Kediri.

Haryanti menambahkan, adanya Bandara Kediri diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja, “Harapan terbesar saya, akan banyak warga Kabupaten Kediri yang bekerja di bandara tersebut. Kami bersedia memberikan pelatihan guna menambah skill mereka agar pada saat mendaftar dan seleksi bisa diterima. Jadi yang mendaftar bukan sembarangan karena sudah memiliki skill yang mumpuni,” imbuh Bupati Haryanti. (Advertorial) (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment