Search

Gerakan Penanganan Serentak Maraknya Serangan Hama Tikus

➤ Informasi Pengunjung : 122
Gerakan Penanganan Serentak Maraknya Serangan Hama Tikus

Petani Dusun Sobo Desa Nambaan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri menangkap hama tikus menggunakan perangkap. Foto : A Rudy Hertanto

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dipertabun) Kabupaten Kediri melakukan gerakan penangganan serentak merespon potensi ancaman serangan hama tikus, salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menunjukkan gejala marak belakangan waktu ini, Kamis (13/2/2020).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pangan Dipertabun Kabupaten Kediri Tri Retnani Yeni Astuti ketika ditemui disela sosialisasi dan penyuluhan gerakan sadar penanganan hama tikus di Kelompok Tani (Poktan) Ratih II di Dusun Sobo Desa Nambaan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

“Hari ini kita mengadakan gerakan penanganan serentak OPT di wilayah Kabupaten Kediri di 25 kecamatan, 33 desa, 35 Poktan serentak pagi ini,” katanya.

Dalam pemberantasan dan pengendalian hama, Tri menuturkan jika penanganan semua hama penyakit itu tidak bisa parsial artinya sendiri-sendiri maupun dalam jangka waktu yang pendek terutama tikus, baik itu melalui perangkap maupun obat racun.

“Ketika kita melakukan gerakan pengobatan katakan lah hari ini tidak semua spesies bisa tercover mati kan, yang ga mati itu dia akan berkembang biak, sehingga penanganan pemberantasan tikus itu butuh waktu berkelanjutan terus-menerus sampai populasi berkurang, berkurang sampai dengan habis,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, juga disalurkan pemberian bantuan berupa racun tikus yakni jenis petrokum dan racunin yang bekerja secara sistemik.

“Sistem kerja obat itu adalah sistemik jadi tikus tidak langsung mati tetapi perlu proses, karena tikus itu perasaan pengandalan apa instingnya sangat kuat, ketika menggunakan obat yang keunggulan langsung mati, begitu tikus itu mati yang lain nggak akan mau makan seperti itu, tetapi kalau sistemik dia nggak tau temennya itu mati karena makan racun yang kita pasang,” urai Tri.

Seperti dikatakan Tri, sekarang ini laporan dari wilayah terkait serangan hama tikus memang cukup banyak, tidak hanya di Kabupaten Kediri saja namun nyaris merata di Jawa Timur, serangan tikus untuk tahun ini luar biasa paling banyak di komoditas padi dan jagung, tebu karena populasinya luar biasa, kalau dulu itu hanya padi.

Sementara itu Ketua Poktan Ratih II Sugeng mengatakan, bersyukur dengan adanya penyuluhan penanganan hama tikus yang diberikan kepada sekitar 80 petani lingkungan Dusun Sobo.

Lebih lanjut Sugeng menambahkan, pihaknya juga berterima kasih atas bantuan dari pemerintah desa setempat berupa 75 buah perangkap untuk mengatasi potensi serangan hama tikus di lahan pertanian. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment