Search

Menolak Perpanjangan Kontrak, Warga Tutup Paksa PT. Merak Jaya Beton Ngebrak Kediri

➤ Informasi Pengunjung : 51
Menolak Perpanjangan Kontrak, Warga Tutup Paksa PT. Merak Jaya Beton Ngebrak Kediri

Dengan pengawalan kepolisian, warga Dusun Grompol Desa Ngebrak Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri menutup paksa aktifitas PT. Merak Jaya Beton (MJB) yang berada di wilayah setempat, Senin (10/2/2020). Foto : A Rudy Hertanto

Penutupan dilakukan dengan cara memasang bambu beserta sejumlah spanduk bernada protes di pintu masuk perusahaan batching plant beton tersebut.

Samsul Munir tokoh masyarakat setempat selaku juru bicara warga mengatakan, pada intinya kita menyikapi kaitannya dengan habisnya kontrak atau sewa Tanah Kas Desa (TKD) oleh PT. MJB.

“Pemerintah desa aja yang kemudian sudah membuat perpanjangan sewa kontrak dari 2016 sampai 2018 itu pertama kali kan, kemudian ada yang ke 2 lagi, ke 2 lagi itu 2018-2020,” kata Gus Munir sapaan akrab Samsul Munir.

Lebih lanjut Gus Munir menerangkan, 2019-2020 itu BPD tidak ikut memperpanjang namun kenapa kepala desa melakukan perpanjangan atas nama pemerintah desa, sesuai klausul peraturan desa seharusnya BPD dilibatkan.

“Sehingga setelah ini habis, ini mestinya tanggal 8-9 ini, mestinya si Merak itu kan harusnya angkat kaki dari tanah kas desa mengingat bahwa itu adalah tanah kas desa, sementara kalau kita tau tanah kas desa itu 1 hari sudah di sewa orang lain kan sudah bisa itu artinya begitu,” urainya.

Wijono S.H Kuasa Hukum PT. Merak Jaya Beton. Foto : A Rudy Hertanto

Menurut Gus Munir, mengenai Pendapatan Asli Desa (PAD) atas sewa TKD oleh PT. MJB itu sudah diteken sudah diterima oleh pihak desa 6 tahun di awal, itu 18 Februari 2016 itu langsung dibuat 6 tahun dan itu pun warga taunya pada akhir-akhir ini.

Data menyebutkan total uang yang diterima desa sebesar Rp 125 juta terdiri dari uang sewa TKD seluas kurang lebih 6000 m2 selama 6 tahun, dengan harga Rp 17,5 juta per tahunnya dan uang pengganti timbunan tanah yang sudah ada sebesar Rp. 20 juta.

“Sehingga warga itu ya terus terang kecewa karena permendagri perdanya aja nggak ada yang mengizinkan langsung 6 tahun kan nggak ada, kenapa kok harus, akhirnya seolah-olah kalau warga itu melihatnya pemerintah desa itu tersandera sehingga dia harus terus terus terus memaksakan diri gitu lho,” beber Gus Munir.

Atas permasalahan ini, bertempat di balai desa digelar pertemuan antara warga dengan pihak pemerintah desa serta pihak dari PT. MJB dan beberapa pihak lainnya.

Berdasarkan informasi dihimpun, Kepala Desa Ngebrak Saeroji berencana akan memperpanjang kontak PT. MJB selama 2 tahun lagi, sebab desa membutuhkan dana untuk pembangunan desa.

Usai pertemuan Gus Munir menyampaikan, warga bersepakat untuk tidak memberikan izin terhadap beroperasinya perusahaan yang menyewa TKD yakni PT. Merak Jaya Beton yang kontraknya telah berakhir pada 8 Februari 2020 tanpa menunggu hasil rapat dan keputusan dari BPD serta aspirasi warga.

Sementara itu, Wijono S.H dan Bagus Suswanto S.H selaku Kuasa Hukum PT. Merak Jaya Beton mengatakan, dalam menjalankan usahanya PT. MJB sesuai dengan aturan yang ada.

Keberadaan PT. MJB sangat bermanfaat dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat Desa Ngebrak, pihaknya bersedia menampung aspirasi warga dan membahasnya bersama untuk dicarikan solusi yang sama-sama baik. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment