Search

Butuh 2 Hari Satpol PP Kota Kediri Tuntaskan Pencarian 5 Bulan Hilangnya 2 Keponakan PAR

➤ Informasi Pengunjung : 174
Butuh 2 Hari Satpol PP Kota Kediri Tuntaskan Pencarian 5 Bulan Hilangnya 2 Keponakan PAR

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid saat berbincang dengan kedua keponakan PAR di Mako Satpol PP Kota Kediri. Foto : A Rudy Hertanto

Penantian PAR perempuan warga Kecamatan Bandung Kabupaten Trenggalek tentang keberadaan kedua keponakannya menemui titik terang, setelah Satpol PP Kota Kediri berhasil mengamankan 3 orang laki-laki (1 dewasa dan 2 bocah) dengan ciri-ciri seperti isi pengaduan yang disebutkan oleh PAR, Senin (20/1/2020).

Berdasarkan data dan informasi dihimpun, perkara ini bermula dari pengaduan yang dilayangkan PAR ke Satpol PP Kota Kediri tentang tindakan yang dilakukan suami dari kakak kandungnya pergi dari rumah dengan membawa kedua anaknya yang tak lain adalah keponakannya.

Kakak ipar PAR tersebut berinisial SS dan anaknya berinisial RP dan adiknya berinisial GP, ketiganya sesuai pernyataan PAR telah meninggalkan rumah selama sekitar 5 bulan dan tak kunjung kembali pulang, informasinya mereka pergi dari rumah menuju Kediri diduga untuk mengemis.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid saat dikonfirmasi mengungkapkan, PAR melapor ke Satpol PP pada Sabtu (18/1/2020) dan langsung ditindak lanjuti dengan melakukan pengembangan dengan menggunakan beberapa jaringan, salah satunya melalui WhatsApp masyarakat dan jurnalistik.

Hasilnya, ada laporan dari masyarakat yang masuk ke Satpol PP Kota Kediri tentang keberadaan ketiganya di dekat UFO di sekitar perempatan Alun-alun Kota Kediri, saat itu ketiganya sedang makan siang.

Tim Respon Cepat Kerja Tuntas (RCKT) Satpol PP Kota Kediri pun lekas bergerak dan berhasil mengamankan ketiganya dan membawanya ke Mako di jalan Veteran Kota Kediri, Senin (20/1/2020) sekira pukul 14.30 WIB, sesaat kemudian PAR hadir di Mako.

Seperti disampaikan Nur Khamid, hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, mereka bertiga diperkirakan berada di Kota Kediri selama 5 bulan, aktifitas kesehariannya yakni meminta-minta alias mengemis dan selama itu mereka mengaku menetap di Masjid Agung Kota Kediri, sedangkan istri SS diketahui saat ini tengah bekerja di luar negeri.

Karena aktiftas mereka berdampak pada pelanggaran Perda Kota Kediri no 1 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat maka kemudian ditertibkan oleh Satpol PP Kota Kediri.

“Permasalahan ini nanti akan komunikasikan dengan sinergikan dengan dinas perlindungan anak, sosial sehingga penyelesaiannya bagaimana tentunya dari Pemerintah Kota Kediri akan mencari solusi terbaik terutama untuk anaknya ya itu yang masih usia sekolah, yang satu kelas enam dan satu kelas satu sd di Trenggalek,” pungkas Nur Khamid. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment