Search

Polresta Kediri Tak Tahan Tersangka Pemilik Salon Diduga Penyedia Prostitusi Tengah Kota

Polresta Kediri Tak Tahan Tersangka Pemilik Salon Diduga Penyedia Prostitusi Tengah Kota

Kapolres Kediri Kota AKBP. Miko Indrayana (kiri) saat menunjukkan barang bukti pengungkapan Tersangka EPW di Mapolresta, Jumat (17/1/2020). Foto : A Rudy Hertanto

EPW (23) perempuan pemilik usaha salon dan spa berinisial “D” terpaksa berurusan dengan kepolisian Polres Kediri Kota karena kuat diduga melakukan praktik erat berkaitan dengan tindak pidana prostitusi, demikian dikabarkan Jumat (17/1/2020).

Berdasarakan data dan informasi dihimpun, salon dan spa D milik EPW yang kini telah berstatus tersangka itu diketahui berada di wilayah Kelurahan Dandangan Kecamatan Kota Kediri.

Pengungkapan perkara ini bermula dari adanya informasi masyarakat tentang aktifitas EPW yang diduga menyediakan jasa layanan terapis sampai klimaks di tempat usahanya.

Yakni barang siapa yang pencahariannya atau kebiasaannya dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain.

Modusnya, ketika ada tamu datang di tempat usahanya langsung menuju kasir dan memilih paket sekaligus terapisnya.

Kasir menawarkan paket A, B dan C dimana harga dan pelayanannya bervariasi di masing-masing paket, antara 150 ribu – 200 ribu -250 ribu, 60 – 70 – 90 menit.

Setelah memilih paket, kasir kemudian memanggil terapis yang telah dipilih tamu, selanjutnya tamu dan terapis masuk kamar untuk dipijat serta melakukan perbuatan cabul sesuai paket yang dipilih.

Kapolres Kediri Kota AKBP. Miko Indrayana mengatakan, informasi tersebut di tindak lanjuti oleh Satreskrim Polres Kediri Kota dan dilanjutkan dengan langkah pemeriksaan di lokasi.

“Pada saat penggrebekan ditemukan satu pelanggan dan satu terapis yang sedang melakukan kegiatan cabul,” ungkap Miko saat Konferensi Pers hasil ungkap kasus selama 15 hari kerja Januari 2020.

Dari hasil pemeriksaan polisi, bisnis tersebut sudah berlangsung lima bulan lamanya hingga akhirnya diungkap Polres Kediri Kota pada medio Januari 2020 ini.

“Karena kondisi daripada tersangka kami tidak melaksanakan kegiatan atau upaya penahanan, namun demikian yang bersangkutan tetap kita wajibkan untuk melaksanakan wajib lapor di Polres Kediri Kota,” kata Miko.

“Karena kondisi yang bersangkutan saat ini sedang hamil jadi kita harus menghormati kita juga harus menjaga janin daripada si tersangka ini,” urai Miko menjelaskan.

Tersangka EPW disangkakan pasal 296 KUHPidana yang berbunyi barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment